Ketua Dekranasda Jateng Kagumi Batik Pekalongan dan Industri Kreatif
Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin mengapresiasi batik Pekalongan dan pengembangan industri kreatif yang dinilai layak menjadi contoh daerah lain.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah jalan terus meski ada klaster Covid-19 di sekolah. Sekolah diminta untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan terkait adalah klaster Covid-19 di SMA Debritto, Sleman sudah dilakukan penanganan dengan baik. Beberapa siswa yang terkonfirmasi positif ditempatkan di isolasi terpadu. Sebagian besar mereka tanpa gejala. “Jadi itu merupakan hasil skrining dan memang semua tanpa gejala,” katanya, Selasa (26/7/2022).
Terkait munculnya lagi klaster di sekolah saat PTM ini ia meminta agar sekolah lebih meningkatkan kehati-hatiannya dalam menerapkan prokes. Tidak ada perubahan aturan dan PTM tetap diberlakukan 100%, namun ia meminta agar prokes diperketat. Siswa maupun guru yang terpapar harus diliburkan sementara sampai batas waktu tertentu.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Lima Tersangka Rusuh Suporter Jogja-Solo
“Tidak harus kemudian sekolah ditutup, ya hanya yang terkonfirmasi positif itu saja yang libur. Kalau misalnya dalam satu kelas itu yang positif banyak atau mayoritas ya satu kelas itu saja yang diliburkan sementara,” katanya.
Didik mengatakan munculnya klaster PTM itu merupakan hasil skrining yang dilakukan kabupaten dan kota dengan menyasar jenjang SMA/SMK. Skrining ini dilakukan untuk deteksi dini dalam pencegahan penularan. Adapun jumlah yang diskrining total 10% dari jumlah keseluruhan siswa. “Maka kemudian ditemukan ada klaster itu, ya sudah dilakukan penanganan saat ini, berjalan baik,” ucapnya.
Jawatannya masih menunggu keputusan dari pusat maupun dinas terkait pemberian booster bagi pelajar usia 18 tahun ke bawah atau duduk di bangku SMA/SMK. Ia menilai jika sudah ada kebijakan pemberian booster bagi anak di bawah 18 tahun, saat ini menjadi momentum tepat karena PTM sudah dimulai dan pembelajaran dilakukan di sekolah.
“Siswa yang di atas 18 tahun sudah pada lulus, yang kelas 12 sebagian kecil yang sudah 18 tahun. Kami saat ini masih menunggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin mengapresiasi batik Pekalongan dan pengembangan industri kreatif yang dinilai layak menjadi contoh daerah lain.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.