Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Salah seorang warga Munggur Wetan, Kalurahan Sidorejo, Ponjong, Sukirno saat menunjukkan situs berupa Yoni di area ladang, Rabu (27/7/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Jejak lingga dan yoni ditemukan di ladang di Dusun Munggur Wetan, Sidorejo, Kapanewon Ponjong. Kondisinya kini terlihat memprihatinkan sehingga sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah.
Pasalnya, situs tersebut kini sudah tidak lengkap, karena hanya menyisakan yoni. Sedangkan lingga tidak diketahui keberadaannya sebab dicuri sejak pada 1974 lalu.
Lokasi situs itu berada di ladang milik Warijan yang di sekelilingnya ditanami kedelai. Lingga dan yoni diketahui merupakan bagian dari ritual keagamaan Hindu dan keduanya merupakan satu paket peninggalan.
BACA JUGA: Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah
Yoni tersisa menghadap ke arah timur. Bentuknya kotak di tengahnya ada lubang berbentuk persegi dan didasar ada lubang ke arah barat.
Salah seorang warga Munggur, Warijan mengatakan keberadaan Yoni sudah lama karena berdasarkan cerita turun temurun ditemukan pada 1945. Pada saat ditemukan kondisinya masih lengkap karena selain batu Yoni juga ada pasangannya berupa lingga.
“Lingga yang hilang disebut sebagai alu mirip alat penumbuk padi. Selain itu, juga ada arca perempuan dari batu putih tapi dicuri sekitar 1974 dan tinggal menyisakan lubang bekas penggalian,” katanya kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).
Menurut dia, batu peninggalan tidak hanya batu Lingga Yoni dan arca karena juga ditemukan bebatuan berbentuk persegi panjang sebanyak enam buah. “Tetapi semuanya juga sudah hilang,” ungkapnya.
Sukirno mengungkapkan di sekitar lokasi dikenal sebagai daerah yang angker. Pada 1962 sempat berdiri perumahan warga, tapi akhirnya pindah karena ada peristiwa mistis yang terjadi. “Ada yang terbakar serta sering muncul ular besar. Jadi, warga memutuskan pindah,” katanya.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah agar peninggalan yang tetap lestari dan tidak dicuri orang. Keresahan ini bukan tanpa alasan karena Yoni tersisa sempat ditawar oleh orang sebanyak tiga kali. “Semoga ke depannya ada perhatan karena menjadi peninggalan bersejarah,” kata Sukirno.
BACA JUGA: Waduh! Ribuan Keluarga di Gunungkidul Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundho Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tentang benda peninggalan cagar budaya. Menurut dia, saat ini ada tim lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal terkait dengan benda peninggalan ini.
“Penelitian untuk memastikan apakah batu ini masuk objek diduga cagar budaya [ODCB] sehingga akan ada kajian lanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
anda HP terkena spyware bisa terlihat dari perubahan perilaku perangkat. Kenali gejala dan cara mengamankan data pribadi.
Veda Ega P14 di FP2 Moto3 Jepang 2026, sementara Hakim Danish P11. Simak hasil latihan dan posisi klasemen keduanya.
Bedah buku Etika Kepariwisataan di Jogja membahas pentingnya etika warga, wisatawan, budaya, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
Survei Pew menunjukkan pandangan warga Indonesia soal media sosial dan demokrasi berubah. Penilaian buruk naik dari 24% menjadi 43%.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.