Dugaan Pemaksaan Jilbab, Empat Guru SMAN 1 Banguntapan Diperiksa Ombudsman DIY

Triyo Handoko
Triyo Handoko Rabu, 03 Agustus 2022 15:17 WIB
Dugaan Pemaksaan Jilbab, Empat Guru SMAN 1 Banguntapan Diperiksa Ombudsman DIY

Ilustrasi pemakaian jilbab./Pixabay

Harianjogja.com, JOGJA—Ombudsman RI Perwakilan (ORI) DIY memeriksa empat guru di SMAN 1 Banguntapan terkait dugaan pemaksaan jilbab, Rabu (3/8/2022). Koordinator guru bimbingan konseling dan seorang guru BK yang terlibat pada insiden tersebut diperiksa.

Koordinator guru BK SMAN 1 Banguntapan dalam pemeriksaan itu menyebut hanya mencontohkan cara menggunakan jilbab. Namun, orang tua murid menyebut ada pemaksaan pemakaian jilbab.

BACA JUGA: Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas

Kepala ORI DIY Budhi Masturi menyebut pemeriksaan ini dilakukan setelah orang tua korban pemaksaan jilbab yang didamping Aliansi Mayarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) melaporkan hal tersebut ke ORI DIY. “Nanti yang akan kami periksa selain Koordinator guru BK dan guru BK yang bersangkutan, ada guru agama dan wali kelas korban,” jelasnya, Rabu (3/8/2022).

Pemeriksaan ini untuk meminta keterangan dari sekolah atas insiden tersebut. “Nanti kalau ada tidak kesesuaiaan keterangan antara sekolah dan pelapor akan kami dalami lagi,” katanya.

BACA JUGA: Ombudsman: SMAN 1 Banguntapan Bantul Bantah Memaksa Pakai Jilbab, Hanya Menyarankan dengan Sangat

Budhi menjelaskan kasus ini bermula dari seorang siswi baru kelas X SMAN 1 Banguntapan yang menangis histeris di kamar mandi sekolah selama satu jam pada Selasa (19/7/2022).

Budhi langsung meminta penjelasan kepada Kepala SMAN 1 Banguntapan. "Kepala sekolah mengundang guru BK-nya, kemudian ternyata betul ada siswa yang menangis di toilet sekolah selama satu jam, tetapi dia dalam proses menenangkan diri di UKS," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online