Cahaya Pradipta Jadi Juara Sayembara Gerbang Perbatasan DIY 2026
Desain Cahaya Pradipta karya Marcelo Diaz Octavianus menjadi juara Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, SLEMAN-- Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan, idealnya tes Covid-19 bagi siswa dilakukan sepekan sekali, dalam bentuk tes acak.
Akan tetapi karena sulit dilakukan dan pendanaan yang dibutuhkan juga besar, maka upaya lain yang bisa dilakukan dengan skrining harian. Jika ada siswa yang bergejala sakit sebaiknya dilarang masuk.
Selain itu bagi siswa yang baru ada kontak erat dengan orang yang positif Covid-19 juga dilarang masuk.
"Pengecekan dalam hal random survei sebaiknya seminggu sekali, tapi susah dilakukan karena tidak feasible dan uang yang dibutuhkan banyak," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (3/8/2022).
Lebih lanjut dia mengatakan, seberapa besar potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah sangat tergantung dengan sekolah dan warga sekolah. Karena saat sekolah menerapkan protokol ketat maka potensinya penularannya rendah.
BACA JUGA: DPR Usulkan Pertalite Hanya untuk Motor dan Kendaraan Umum, Kapan Diberlakukan?
"Tapi kalau protokol tidak ketat, siswa flu dibiarkan masuk, sering copot masker di sekolah, ngobrol bergerombol dengan teman dan lainnya, maka besar potensinya terjadi klaster penularan," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman berencana menggelar tes Covid-19 setelah libur sekolah kepada siswa di Sleman. Tes akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2022. Ini untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan koordinasi sudah dilakukan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Desain Cahaya Pradipta karya Marcelo Diaz Octavianus menjadi juara Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Pemasangan balok girder Tol Jogja-Solo di dekat RS Panti Rini disertai rekayasa lalu lintas. Polisi memastikan arus Jalan Solo-Jogja tetap lancar.