Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyyin Kota Jogja saat memberikan keterangan di sela-sela pelantikan pengurus, Jumat (5/8/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA — Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) atau pelaku usaha dari kalangan ormas Nahdlatul Ulama Kota Jogja berkomitmen mempertahankan tradisi dalam menjalankan bisnis. Konsep tradisi praktik keagaman seperti pertemuan tahlilan dana sejenisnya menjadi salah satu andalan dalam mengungkit perekonomian mikro.
Ketua HPN Kota Jogja, Yana Karyana menjelaskan gerakan pelaku usaha Nahdliyin telah mendapatkan restu para Kiai Sepuh. Oleh karena itu kelompok ini bertekad untuk memberukan kontribusi bagi masyarakat dalam mewujudkan ekonomi berkeadlilan dan berpihak pada pelaku usaha kecil atau UMKM.
“Dengan restu para Kyai Sepuh, kami yang tergabung dalam organisasi HPN Kota Jogja mengajak berbagai pihak untuk menjalin sinergi dan kerja sama, bahu-membahu dalam upaya mewujudkan ekonomi berkeadilan yakni melalui keberpihakan pada rakyat kecil dan pengusaha mikro,” katanya di sela-sela pelantikan pengurus HPN Kota Jogja, Jumat (5/8/2022).
BACA JUGA: Pastikan Kelancaran Acara IWTCF di Solo, PLN Jamin Keandalan Listrik
Dia menilai saat ini pengusaha Nahdliyin berada dalam tiga pusaran besar yaitu tradisi, agama dan modernisasi. Ketiga pusaran besar ini akan menjadi sebuah harmosisasi menghasilkan sebuah konsep bisnis yang memiliki corak tersendiri. Ketiga pusaran besar ini juga menghasilkan karakter unik para pelaku bisnis HPN. Mereka mampu mensinergikan urusan dunia dan akhirat, tanpa harus kehilangan tradisi nusantara yang saat ini menjadi bagian penting dalam organisasi NU.
Menurut Yana, dalam konteks membangun ekonomi yang berkeadilan, konsep tradisi dan praktik keagamaan di kalangan Nahdliyyin telah lama berjalan.Mulai dari pertemuan tahlilan, ziarah kubur, peringatan maulid nabi, tingkeban hingga istighosah. “Adanya jamuan makanan dan minuman pada setiap acara keagamaan yang dilakukan warga Nahdliyyin ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi kaum pedagang,” katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jogja Kadri Renggono menyatakan kewirausahaan merupakan lahan penuh tantangan sehingga pemerintah terus berupaya mendorong kemunculan serta perkembangan pelaku usaha muda. Akses pembiayaan bagi pelaku UKM memang harus diberikan dengan murah dan mudah. “Kota Jogja mempunyai kekayaan intelektual dan budaya, oleh karena itu para pegiat kewirausahaan merupakan aset oenting bagi bangsa dalam menggerakkan prekonomian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.