Advertisement

Hampir Masuk Masa Kadaluwarsa, 4.000 Vaksin Diprioritaskan Booster Kedua Nakes Kota Jogja

Yosef Leon
Rabu, 10 Agustus 2022 - 06:57 WIB
Sirojul Khafid
Hampir Masuk Masa Kadaluwarsa, 4.000 Vaksin Diprioritaskan Booster Kedua Nakes Kota Jogja Pelaksanaan vaksinasi dengan menghadirkan karakter superhero untuk menghibur siswa di SD Masjid Syuhada, Kota Jogja, Senin (10/1/2022). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja tengah mempercepat penyelesaian vaksinasi booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya. Untuk tahap awal, perluasan cakupan akan diprioritaskan pada vaksin yang dalam waktu dekat masuk dalam masa kadaluarsa.

Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan sedikitnya ada 4.000 dosis vaksin jenis moderna yang dalam waktu dekat masuk dalam masa kadaluwarsa. Dinkes Jogja telah menjadwalkan agar sejumlah nakes di wilayah segera menjalani booster kedua untuk mencegah vaksin terbuang sia-sia. 

"Sudah kami mulai sejak Jumat pekan lalu dan harapannya jenis vaksin yang masuk dalam masa kadaluwarsa diberikan lebih dulu," kata Emma, Selasa (9/8/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dia menyebut, 4.000 dosis vaksin jenis moderna itu akan memasuki masa kadaluwarasa pada 11 Agustus mendatang. Dengan begitu percepatan vaksinasi booster kedua kepada para nakes diharapkan bisa menghabiskan dosis vaksin tersebut lebih dahulu.

BACA JUGA: Update Rasjal Gedongkuning, JPU Tunjukan Rekaman CCTV Bukti di Persidangan

"Ketersediaan jenis moderna ini kan juga terbatas jadi memang fokus kami masih pada menghabiskan yang 4.000 ini dulu," ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah, menyampaikan dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster kedua bagi nakes pihaknya juga harus memperhatikan masa kadaluwarsa vaksin yang diberikan.

Sebab, masa kadaluwarsa vaksin jenis moderna disebut Lana tidak terlalu panjang. Apalagi, pemerintah pusat juga memprioritaskan vaksin yang masuk dalam masa kadaluwarsa dengan waktu terdekat saat mengalokasikan vaksin ke daerah. Sehingga strategi pemberian vaksin juga harus diperhatikan.

"Yang ada saat ini memang masa kadaluwarsanya tidak terlalu panjang, jadi kami harus berhitung," jelas dia.

Advertisement

BACA JUGA: Pemda DIY Ingin Pertemukan Ortu Siswi Korban Pemaksaan Jilbab SMAN Banguntapan 1 dengan Pihak Sekolah

Di sisi lain, Dinkes Jogja juga tidak langsung mengajukan permintaan dosis vaksin yang setara dengan jumlah nakes yang akan disuntik booster kedua secara sekaligus. Hal ini dikarenakan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan tujuan tidak mengganggu layanan dan operasional fasilitas kesehatan yang ada.

"Kami memang belum berani mengajukan 12.000 vaksin tapi bertahap, pekan pertama berapa kemudian selanjutnya berapa lagi, begitu selanjutnya sampai selesai," pungkas Lana.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Daftar 10 Brand Lokal Asli Indonesia yang Sukses Mendunia

News
| Rabu, 28 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement