MBG SMKN 2 Jogja Dihentikan Usai 413 Warga Sekolah Diduga Keracunan
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Iustrasi Universitas Gadjah Mada. /Ist- Dok UGM
Harianjogja.com, Sleman—Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini tengah menggodok kebijakan konversi kegiatan aktivis menjadi Satuan Kredit Semester (SKS). Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito, optimis penggodokan ini akan rampung dan bisa diterapkan.
"Optimislah, nanti kalau sudah selesai akan dideklarasikan penerapannya," ucapnya kepada Harian Jogja, Selasa (9/8/2022).
Dia mengatakan penyesuaian sistem baru ini untuk rekognisi aktivitas. Sehingga menumbuhkan kreativitas cerdas dan akademik. "Ini sistem lagi digodok untuk menjadi bahan kebijakan," lanjutnya.
Sementara Rektor UGM Ova Emilia belum berkenan memberikan tanggapan mengenai rencana penerapan kebijakan baru ini dan meminta menanyakan langsung ke Bidang Kemahasiswaan. "Kontak ke Pak Arie Sujito [Bidang Kemahasiswaan] langsung ya," ucapnya singkat.
BACA JUGA: 8 Perguruan Tinggi Sepakat Bareng-Bareng Rumuskan Kurikulum
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM Bidang Analisis dan Pergerakan, Aditya Halimawan, mengatakan aktivisme mahasiswa secara kontemporer tidak hanya turun ke jalan, namun juga melalui pemberdayaan hingga pengadaan platform edukasi.
Menurutnya, jangan sampai rekognisi menghilangkan esensi dari prinsip advokasi yang berangkat dari kesukarelawan dan keresahan. Bukan berangkat dari motivasi memenuhi SKS atau kewajiban akademik semata.
"Seharusnya coba dibuat ruang diskusi dengan mahasiswa maupun pendahulu yang aktif di dunia aktivisme agar bisa menghasilkan gagasan kebijakan yang ideal," jelasnya.
Mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan yang juga aktif di Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM, Bangkit mengatakan konversi aktivisme menjadi SKS ini kontraproduktif dengan esensi aktivisme.
Aktivisme mahasiswa menurutnya butuh gerakan yang kolektif, sistematis, dan berjangka panjang. Tapi gerakan semacam ini bisa terhalang oleh kebijakan konversi SKS.
BACA JUGA: Kolaborasi 77 Seniman Sambut HUT RI ke-77
"Bagi saya 'apresiasi' pada aktivisme mahasiswa bukan dilakukan dengan konversi SKS. Kalau mau mengapresiasi ya dengarkan tuntutan aktivisme mahasiswa itu apa, buka ruang dialog sebesar-besarnya, baik itu aktivisme di ranah mengkritisi kebijakan kampus atau nasional," jelasnya.
Apresiasi lainnya bisa diberikan dalam bentuk memperpanjang batasan lulus bagi mahasiswa. Karena masalah yang ingin dirampungkan melalui konversi ini adalah keterlambatan kelulusan mahasiswa yang terlibat aktivisme.
"Solusi dari masalah tersebut bagi saya justru adalah dengan memperlonggar batasan waktu lulus," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Roberto Mancini gagal membawa Italia menang dalam laga perdananya. Gli Azzurri kalah 0-2 dari Belgia di UEFA Nations League.
Debut Zinedine Zidane bersama Prancis berbuah kemenangan 1-0 atas Turki di UEFA Nations League berkat gol Kylian Mbappe.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek tanggal, lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.