Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memantau cek kesehatan fisik dan mental Atlet Porda dan Peparda 2022, di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Kamis (11/8/2022). / Harian Jogja-Abdul Hamied Razak\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN — Sekitar seribu atlet yang akan bertarung di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 dicek kesehatan fisik dan mental, di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Kamis (11/8/2022).
Para atlet yang akan berlaga mengikuti pemeriksaan tensi darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tensi, dan gula darah. Mereka juga melakukan konsultasi dengan dokter umum, konsultasi psikologi, konsultasi gizi, dan lainnya.
Untuk menghindari kerumunan, kegiatan pemeriksaan dibagi dalam lima gelombang, mulai pukul 08.00 - 13.00 WIB.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, berharap pemeriksaan para atlet dilakukan agar mereka lebih siap dalam menghadapi Porda XVI dan Peparda III DIY nanti. Ia juga berharap cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini tidak mempengaruhi kesehatan atlet.
"Setelah saya melihat kegiatan pemeriksaan, semua atlet telah siap untuk berlaga di Porda dan Peparda," ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan atlet, Kustini mengaku telah menunjuk kepala-kepala OPD se-Kabupaten Sleman sebagai pendamping. Mereka diminta untuk mendampingi setiap cabang olahraga.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman tentang pembentukan kontingen Kabupaten Sleman dalam Porda XVI DIY.
Tujuannya, lanjut Kustini untuk memotivasi para atlet agar selalu bersemangat. Selain itu para atlet juga bisa menyampaikan apa saja kebutuhan-kebutuhannya yang perlu difasilitasi.
"Jadi setiap hari OPD keliling ke tempat latihan. Ada yang pagi, ada yang siang, sampai malam," kata Kustini.
Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Dwi Handoko Wiyoto mengatakan skrining kesehatan dan mental tersebut diikuti sekitar 1.000 atlet dan ofisial.
"Kegiatan ini melibatkan dokter, psikolog, ahli gizi dari dinas kesehatan. Ada juga fisioterapi kalau ada atlet yang cedera, bisa konsultasi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.