Advertisement

Satu Abad NU, Harus Jadi Fondasi Kebangkitan Pendidikan dan Perkonomian Umat

Media Digital
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 08:47 WIB
Sirojul Khafid
Satu Abad NU, Harus Jadi Fondasi Kebangkitan Pendidikan dan Perkonomian Umat peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta Kamis (11/8/2022). - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Nahdlatul Ulama (NU) harus bisa menjadi fondasi kebangkitan pendidikan dan perekonomian umat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Harlah 100 Tahun NU, Erick Thohir, saat berbicara dalam peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta Kamis (11/8/2022).

"Terima kasih atas amanah luar biasa yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Harlah 100 tahun NU. Selama satu abad, kita sudah merasakan bahwa NU adalah fondasi yang mengikat bangsa kita di bawah Pancasila dan NKRI," ujar Erick.

Lebih lanjut Erick mengatakan bahwa satu abad ke depan, NU harus menjadi pondasi dari pada kebangkitan pendidikan dan perekonomian umat. Dia juga mengingatkan perubahan zaman yang terjadi hari ini, salah satunya digitalisasi, karena mengakibatkan perubahan landscape lapangan kerja dan pembukaan jenis usaha.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Masih Ada Kalurahan di DIY yang Tidak Mencairkan Danais, Kenapa?

Sebab, akan banyak lapangan pekerjaan yang hilang dan banyak lapangan kerja baru yang tumbuh. “Ini yang harus diantisipasi oleh kita semua. Karena itu program NU Tech ini melibatkan pesantren dan para santri agar melek digital."

Erick Thohir juga menjelaskan sembilan program Harlah Satu Abad NU. Kesembilan program dalam harlah NU meliputi NU Tech, Pembentukan NU Women, Festival Tradisi Islam Nusantara, Anugerah Tokoh NU, Pekan Olahraga NU, Religion of Twenty/(R-20), Launching Gerakan Kemandirian NU, Muktamar Fiqih Peradaban, dan Resepsi Satu Abad NU.

"Kita tidak mau nanti menjadi negara maju tetapi yang tidak punya fondasi kebudayaan, apa lagi hilangnya akhlak. Budaya Islam, budaya Indonesia seperti gotong royong harus terus dijaga. Kita tidak mau menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak punya ahlak sehingga akhirnya yang tercipta hanya kerakusan,” tandas Erick.

BACA JUGA: Butet hingga Farid Stevy Rayakan 125 Tahun R.J. Katamsi

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Terinspirasi Bung Tomo & Soedirman, Warga Ukraina Siap Mati

News
| Selasa, 27 September 2022, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement