Advertisement

Reformasi Birokrasi Ala Kalurahan Pleret

Ujang Hasanudin
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 06:27 WIB
Sirojul Khafid
Reformasi Birokrasi Ala Kalurahan Pleret Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan dituntut mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing, terutama untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satu kalurahan yang dinilai mandiri dan mampu melakukan reformasi birokrasi adalah Kalurahan Pleret, Kapnewon Pleret, Kabupaten Bantul.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal, mengatakan ada banyak potensi di kalurahannya, namun yang paling mashur adalah situs kerajaan Mataram Islam. Pleret pernah menjadi pusat kerajaan Mataram Islam pada zaman Sultan Agung Hanyokrokusumo dan Amangkurat

“Puncak kejayaan Sultan Agung Hanyokrokusumo di Kerto Pleret, sekarang wilayah kami masuk satuan ruang strategis Kerto Pleret dalam SK Gubernur di luar Kraton,” kata Taufiq, saat dihubungi Kamis (11/8).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Karena wilayah kami pernah jadi pusat kerajaan, potensi kami salah satunya tinggalan situs, situs kami cukup banyak. Karena tinggal percikan kecil kami bangun gerbang Pleret menuju destinasi-destinasi yang kami rancang di kewilayahan, baik situs pariwisata pinggiran sungai. Sekarang kami gerakkan dengan konsep wisata.”

BACA JUGA: Butet hingga Farid Stevy Rayakan 125 Tahun R.J. Katamsi

Karena banyaknya situs peninggalan kerajaan Mataram Islam, sehingga pemerintah kalurahan akan membangun gerbang Pleret yang akan diresmikan oleh Gubernur DIY pada September mendatang. Berbagai situs peninggalan kerajaan menjadi potensi wisata budaya yang sedang dikembangkan. Pengembangannya pun saat ini dilakukan melalui dukungan digital, sehingga Pleret menjadi salah satu kalurahan yang sudah maju dalam teknologi informasi atau TI.

Beberapa waktu sebelumnya, kalurahan ini menjadi pemenang lomba kalurahan tingkat DIY 2022, “Desa digital itu mau tidak mau perkembangan teknologi jadi keniscayaan, kami gunakan sistem misal UMKM ada pasar pleret.id, paket wisata visit pleret, dan media sosial dan sebagainya,” papar Taufiq.  

Menurut Taufiq, reformasi birokrasi mengunakan digital sudah dilakukan sejak 2022 lalu. Pemerintahan kalurahan beroperasi dan dikontrol dalam satu sistem teknologi informasi terpadu, yakni pleret.id, atau juga bisa diunduh dalam bentuk aplikasi digital di Playstore dengan nama Kalurahan Pleret.

Dalam sistem teknologi informasi Pleret, perangkat kalurahan melakukan presensi elektronik dengan alat deteksi wajah, tanda tangan lurah dibuat digital, standar layanan surat-menyurat bisa diakses dari mana saja, perencanaan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) dipampang secara real time di situs web, dan pembaruan data warga kalurahan dilakukan dengan QR Code per rumah.

Advertisement

Rencana pembangunan dan penyerapan anggaran dilaporkan secara real time melalui web sehingga warga bisa memantau anggaran kalurahan, “Kami juga punya inovasi tutup buku rutin sebulan sekali bagi bendahara. Jadi, bendahara akan melaporkan kas keuangan per bulan. Tujuannya untuk mencegah penyimpangan. Jadi, tidak ada uang dipinjam dahulu. Bagi saya, tertib keuangan akan tertib di semua hal,” paparnya.

BACA JUGA: Ungkapkan Syukur, Nelayan Pantai Depok Bagikan 5.000 Bungkus Nasi Gurih

Disinggung soal sumber daya manusia (SDM) kalurahan, Taufiq mengatakan memang masih ada pamong yang sudah sepuh atau tua. Namun hal itu tidak menjadi kendala karena semua pamong dilatih untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman yang sebai TI. Kalurahan memberikan bimbingan dan pelatihan TI pada pamong setiap sepekan sekali sehingga reformasi birokrasi berjalan lancar di Kalurahan Pleret.

Advertisement

Kepala Bidang Pemerintahan Kalurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Bantul, Nanang Mujiyanto, mengatakan hal yang dilakukan Kalurahan Pleret cukup bagus dan bisa menjadi contoh bagi kalurahan lainnya. Mereka bisa melakukan reformasi birokrasi dan mampu memanfaatkan semua potensi yang ada terutama kuliner dan situs kerajaan.

Selain Pleret, ada sejumlah kalurahan lainnya yang bisa menjadi contoh di antaranya Kalurahan Tirtonirmolo dengan pasar desanya dan Kalurahan Sumberagung dengan sport center dan kulinernya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Jogjapolitan | 15 hours ago

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Anies Baswedan Hingga Ganjar Pranowo, Ini Nama-Nama yang Masuk Bursa Capres PPP

News
| Selasa, 27 September 2022, 13:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement