Advertisement

Harga Mi Instan di Jogja Stabil Setelah Ada Isu Kenaikan Harga 3 Kali Lipat

Triyo Handoko
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 11:17 WIB
Budi Cahyana
Harga Mi Instan di Jogja Stabil Setelah Ada Isu Kenaikan Harga 3 Kali Lipat Mi instan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Harga mi instan di sejumlah pasar di Jogja seperti Pasar Kolombo dan Kranggan masih stabil, setelah ada isu yang menyebutkan akan ada kenaikan harga mi instan hingga tiga kali lipat. Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja menegaskan harga dan stok mi instan tersebut masih seperti sedia kala.

Mi instan rebus rata-rata dijual Rp10.000 untuk tiga bungkus, sedangkan mi instan goreng harganya Rp.3.500 per bungkus. “Pantauan kami juga harganya segitu,” kata Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja, Sri Riswanti.

BACA JUGA: Danais Baru Cair Separuh, Pembangunan Lumbung Pangan Mataraman Baru Capai 50%

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Riswanti menyebut pasokan gandum sebagai bahan pokok mi instan sebanyak 60% dari Australia. “Jadi meskipun di Ukraina sedang perang semoga tak mempengaruhi pasokan gandum kita,” jelasnya.

Meskipun demikian, Riswanti tak bisa menjamin kestabilan harga mi instan. “Kalau dipastikan itu malah tidak mungkin, tapi pasti ada sisi baiknya juga jika memang ada kenaikan harga,” ujarnya.

Sisi positif tersebut adalah berkurangnya ketergantungan masyarakat pada satu komoditas tertentu. “Misanya seperti minyak goreng kemarin, kan masyarakat jadi tidak berlebihan menggunakan minyak, dan mulai tumbuh kesadaran bikin minyak kelapa, tentu ini hal yang baik,” terangnya.

BACA JUGA: Berburu Kuliner di Sumbermulyo, Bantul? Ganjuran Food Court Saja

Riswanti menyebut perlu dilakukan diversifikasi sumber pangan. “Masyarakat itu punya banyak alternatif sumber pangan dan itu harus dimanfaatkan untuk menunjang ketahanan pangan,” katanya.

Riswanti mencontohkan sudah banyak mi instan yang tidak berbahan pokok terigu. “Mulai banyak kan mi instan yang bahannya beragam sekarang, ada yang dicampur dengan sayuran, meskipun mungkin masih menggunakan bahan terigu dari gandum, tapi variasi bahan makanan itu patut dicoba juga, jangan sampai tergantung,” ujar dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Terinspirasi Bung Tomo & Soedirman, Warga Ukraina Siap Mati

News
| Selasa, 27 September 2022, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement