Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Paguyuban Bank Sampah DIY memberikan pelatihan singkat kepada para pengunjung Selasa Wagen pedestrian Malioboro, Jogja, Selasa (18/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan membuka Klinik Bank Sampah untuk memastikan seluruh bank sampah di kota tersebut dalam kondisi sehat, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih banyak pada pengurangan sampah.
“Mulai Oktober kami buka Klinik Bank Sampah ini bekerja sama dengan forum bank sampah yang sudah terbentuk di seluruh kecamatan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko di Yogyakarta, Minggu (14/8/2022).
Melalui klinik tersebut, lanjut Haryoko, akan diberikan pendampingan kepada bank sampah agar semakin sehat dan mampu berkembang.
Berdasarkan data DLH Kota Jogja, saat ini memiliki 565 bank sampah. Haryoko memastikan 481 bank sampah diantaranya dalam kondisi sehat dan sisanya masih membutuhkan pendampingan untuk berkembang lebih baik.
“Bank sampah yang baru terbentuk biasanya membutuhkan lebih banyak pendampingan agar selalu aktif, memiliki kegiatan rutin dan bisa berkembang dengan lebih banyak nasabah,” katanya.
BACA JUGA: Putri Sambo Terancam Penjara 4 Tahun, Ini Pasal yang Bisa Menjeratnya
Sebuah bank sampah dikategorikan dalam kondisi sehat apabila memiliki setidaknya lebih dari 40 nasabah aktif, memiliki kegiatan rutin seperti menyetorkan sampah setiap dua pekan sekali atau sesuai periode waktu yang disepakati bersama.
“Sedangkan bank sampah yang baru terbentuk biasanya mengalami kesulitan untuk memiliki kegiatan rutin, nasabahnya juga masih sedikit 10 atau 20 orang,” katanya.
Haryoko mengatakan semakin banyak nasabah di sebuah bank sampah akan mampu memberikan lebih banyak kontribusi pada pengurangan sampah di lingkungan tersebut.
Hanya saja, lanjut dia, sebagian besar bank sampah yang terbentuk di Kota Yogyakarta baru mengelola sampah anorganik. “Padahal, pengelolaan sampah organik juga penting dilakukan, karena sebagian besar volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta adalah sampah organik,” katanya.
Oleh karenanya, salah satu strategi yang akan diterapkan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah organik adalah dengan membuat biopori di masing-masing rumah nasabah bank sampah.
“Biopori menjadi salah satu upaya yang mudah dilakukan dan tidak hanya memberikan manfaat untuk pengurangan sampah organik, tetapi juga membantu konservasi air tanah,” katanya.
Jika tidak memungkinkan, lanjut Haryoko, masih ada sejumlah metode pengelolaan sampah organik yang bisa dilakukan seperti “losida” atau memasukkan sisa sampah organik dari dapur ke pipa paralon untuk dijadikan kompos atau menggunakan magot.
“Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah organik dan harapannya bisa membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
AS Roma memburu kemenangan saat bertandang ke markas Udinese pada pekan ke-10 Serie A. Simak kondisi tim, perkiraan susunan pemain, dan prediksi laga.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.
PSIM Jogja mematangkan persiapan selama sepekan jelang melawan Borneo FC. Guntur mewaspadai kedalaman skuad dan keberadaan Reva Adi.
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.