34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Tak Dapat Kontrak Baru, Ini Penyebabnya
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Tim dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul mengunjungi situs Song Tritis di Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerangka manusia berusia 4.500 ada di Sing Tritis di Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, Gunungkidul.
Situs Song Tritis akan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Gunungkidul. Berdasarkan hasil dari kajian yang telah dilakukan, Song Tritis didentifikasi sebagai kawasan permukiman manusia prasejarah pada zaman neolitikum atau masa batu muda.
BACA JUGA: Viral! Ibu-ibu Bermobil Mewah Nyolong Cokelat di Alfamart, Pegawai Toko Malah Disuruh Minta Maaf
Hal ini diperkuat adanya penemuan sejumlah artefak seperti cangkang siput yang diduga sisa makanan pada saat itu, serpihan gerabah hingga kerangka manusia berusia 4.500 tahun.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul Ari Kristian mengatakan sudah ada proses ekskavasi terkait dengan keberadaan situs Song Tritis. Penelitian dilakukan dengan menggali sedalam lima meter oleh tim ahli.
Hasilnya ditemukan indikasi bahwa lokasi ini tempat tinggal manusia prasejarah dari zaman batu muda. “Lokasinya tidak jauh dari Gua Braholo karena masih satu kalurahan. Tapi, kajian sementara, situs Song Tritis memiliki peradaban yang lebih muda ketimbang yang ada di Gua Braholo,” kata Ari, Senin (14/8/2022).
Dia menjelaskan banyak artefak yang ditemukan dalam penggalian ini. Salah satunya kerangka manusia yang dikuburkan di sini.
Hasil dari pengujian dengan tes karbon danting diketahui kerangka ini memiliki usia sekitar 2.000 sampai 4.500 tahun yang lalu. “Selain kerangka dan fragmen gigi ada juga gerabah dan cangkang siput,” katanya.
Menurut dia, TACB telah melakukan kajian terkait dengan situs ini. Hasilnya akan ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya di Bumi Handayani. “Di Gunungkidul banyak lokasi seperti ini. Sekarang sedang ada kajian di Song Bentar di Kalurahan Kenteng, Ponjong,” katanya.
Pemerhati sejarah di Gunungkidul Markus Yuwono mengatakan Gunungkidul memiliki peradaban yang lebih tua dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi DIY. Dari sisi peninggalan juga lebih lengkap karena dari mulai prasejarah hingga kemerdekaan tersebar di berbagai wilayah di Gunungkidul.
BACA JUGA: Pemuda Ini Ungkap Alasannya Buka Wisata di Area Terpencil Gunungkidul
Ia mencontohkan di sepanjang aliran Kali Oya pernah ditemukan fosil binatang purba. Selain itu, tak jauh dari lokasi ada situs Sokoliman yang menyimpan berbagai peninggalan mulai dari menhir hingga peti kubur batu.
“Zaman Hindu-Budha juga dibuktikan dengan adanya bangunan candi. Peninggalan masa Islam ditemukan di sekitar situs Ki Ageng Giring di Paliyan,” kata alumnus Ilmu Sejarah di Universitas Sanata Dharma ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Martha Tilaar merintis bisnis kecantikan dari garasi pada 1970 hingga membangun grup usaha kosmetik yang membawa kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menilai pertanian berbasis teknologi dan greenhouse berpeluang meningkatkan produktivitas serta membuka usaha baru.
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Psikolog Putri Langka mengingatkan orang tua mengenali tanda manipulasi digital dan menggunakan pendekatan dialogis untuk melindungi anak dari ekstremisme darin
BGN menyiapkan marketplace pengadaan pangan untuk dapur MBG pada November atau Desember 2026 demi transparansi harga dan akses produsen.