Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Penyelenggara pembangunan tol Jogja-Bawen hingga kini terus berupaya menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan tol yang belum beres, mengingat saat ini pembangunan tol sudah dimulai. Tercatat sebanyak 35 persen lahan tol Jogja-Bawen hingga kini belum dibebaskan.
Direktur PT JJB Dwi Winarso menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan pembebasan lahan yang belum selesai. Ia menargetkan seluruh pembebasan lahan untuk seksi 1 selesai akhir tahun ini. "Semua butuh proses [izin] untuk pembebasan lahannya. Apalagi Setelah review, luas lahan yang sudah dibebaskan mencapai 65 persen dan yang belum dibebaskan 35 persen. Terdiri dari tanah kas desa, tanah wakaf," katanya kepada Harianjogja.com, belum lama ini.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan pembebasan lahan yang berstatus tanah karakteristik khusus untuk tol Jogja Bawen hingga kini belum dilakukan. Hal itu terjadi karena izin-izin untuk pembebasan lahan tersebut hingga kini belum turun. "TKD proses izinnya belum selesai, wakaf juga izinnya belum turun, cagar budaya juga belum. Termasuk masalah tanah kesultanan [sultan grond]," katanya.
BACA JUGA: Harga BBM Naik Pekan Depan? Begini Kata Menteri Luhut
"Untuk cagar budaya ini kami masih memohon petunjuk dari pusat. Lahan di tanah ini akan dinilai ulang oleh tim appraisal karena termasuk tanah karakteristik khusus," kata Elya.
Selain Rumah Limasan tersebut, Selokan Mataram juga termasuk cagar budaya. Hanya saja, lanjut Elya, lahan selokan mataram tidak dibebaskan seperti BCB Rumah Limasan tersebut. "Selokan Mataram memang tidak masuk yang dibebaskan meski cagar budaya. Cuma konstruksinya yang tidak mengenai pembangunan jalan tol," ujar Elya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Peralihan konsumen ke rokok murah menekan penerimaan cukai. Produksi naik, tetapi pemerintah menghadapi potensi kekurangan penerimaan hingga Rp13 triliun.
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai petir di tujuh kota, gelombang laut hingga 4 meter, serta potensi banjir rob di sejumlah pesisir.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Sabtu 31 Oktober 2026 bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk tujuh kandidat Direktur Jenderal WHO. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.