Advertisement

Tugu Cagar Budaya Jumenengan Sri Sultan HB IX di Semin Gunungkidul Kurang Terawat

David Kurniawan
Kamis, 25 Agustus 2022 - 16:27 WIB
Budi Cahyana
Tugu Cagar Budaya Jumenengan Sri Sultan HB IX di Semin Gunungkidul Kurang Terawat Aktivitas masyarakat di area Tugu Jumenengan Sri Sultan HB IX yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya di Kabupaten Gunungkidul di Kalurahan Semin, Semin, Rabu (24/8/2022). - Harian Jogja/Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tugu jumenengan Sri Sultan HB IX di depan Pasar Semin di Desa Semin, Gunungkidul telah ditetapkan menjadi benda cagar budaya Gunungkidul di 2021 lalu. Meski demikian, kondisinya kurang terawat.

Penetapan tugu jumenengan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.410/KPTS/2021. Tugu ini bisa dilihat dengan jelas karena lokasinya berada di area bekas kantor Kecamatan atau Kapanewon Semin yang tepat berada di depan Pasar Semin.

BACA JUGA: Penataan Kawasan Pantai Selatan Tunggu Desain dari UGM

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tugu ini memiliki tinggi sekitar tiga meter dan terdapat sebuah prasasti dengan logo Kraton Jogja dan dilengkapi aksara Jawa. Selain itu, juga tertulis tanggal 18 Maret 1949 dalam Bahasa Belanda. Sekeliling tugu juga dipasangi pagar berwarna biru dengan tinggi sekitar satu meter.

Meski telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya, tugu tersebut kurang terawat dan membutuhkan perbaikan. Tugu masih berdiri kokoh, tetapi cat sudah mengelupas dan banyak ditumbuhi jamur.

Lurah Semin, Tri Sutarno, mengatakan benda cagar budaya di depan Pasar Semin dikenal masyarakat sebagai tugu golong gilig. Bangunan ini didirikan sebagai penanda wilayah Kraton Jogja di sisi timur.

“Fungsinya hampir sama dengan golong gilig di Titik Nol Kota Jogja,” kata Tri Sutarno, Kamis (25/8/2022).

Di tahun ini ada rencana pemugaran memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Dana Keistimewaan.

Namun, Tri Sutarno tidak menjelaskan secara rinci berkaitan dengan anggaran pemugaran. “Yang mengurusi kapanewon sedangkan hingga sekarang belum ada dana dari Pemkab. Untuk itu, pemugaran menggunakan BKK danais,” ujarnya.

Advertisement

Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Ari Kristiawan, mengatakan sudah ada kajian berkaitan dengan tugu di depan Pasar Semin. Menurut dia, tugu ini merupakan penanda jumenengan Sri Sultan HB IX.

BACA JUGA: Rp3,40 Triliun, Ganti Rugi Tol Jogja Solo yang Terbesar di Proyek Strategis Nasional

Ari menuturkan tugu jumenengan itu sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya di Gunungkidul melalui keputusan dari bupati. “Sudah ada SK-nya yang dikeluarkan di 2021 lalu,” katanya.

Advertisement

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, belum bisa dimintai konfirmasi dengan masalah tugu jumenengan di depan Pasar Semin yang kurang terawat. Pada saat dihubungi, ia belum memberikan jawaban terkait dengan permasalahan ini. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 5 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Video Asal China Melanggar Data Anak, TikTok Terancam Denda Rp439 Miliar

News
| Rabu, 28 September 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement