Investor Taiwan Tertarik Investasi di Kulonprogo, Sektor Ini yang Diminati
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Investor asal Taiwan tertarik berinvestasi di Kabupaten Kulonprogo. Bergerak di bidang sarana pengairan, investor di arahkan ke kawasan peruntukan industri di Sentolo dan Lendah.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menjelaskan bila ada investor dari Taiwan yang tertarik berinvestasi di Kabupaten Kulonprogo. "Pada prinsipnya, Pemkab Kulonprogo welcome, kami bantu, kami fasilitasi, baik itu dari sisi perizinan ataupun proses yang lainnya," ucap dia, Kamis (25/8/2022).
Advertisement
Adapun investor Taiwan yang melakukan penjajakan di Kulonprogo bergerak di bidang sarana pengairan. Mereka bergerak pada pembuatan produk meter air, perpipaan, sanitary hingga pengolahan air.
BACA JUGA: Dendam karena Istrinya Diajak Selingkuh, Pria di Kulonprogo Ajak Duel di Sawah
Salah satu bahasan dalam pertemuan ini yakni kebutuhan lahan sekitar kurang lebih 50 hektare. Bambang menjelaskan, sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maka akan diarahkan ke kawasan industri yang ada di Kulonprogo.
"Kami arahkan sesuai dengan RTRW yang ada di Kabupaten Kulonprogo, kami punya kawasan peruntukan industri yang ada di Kapanewon Sentolo dan Kapanewon Lendah," ucap dia.
Sehingga diharapkan Bambang, bila ada investor yang ingin investasi melakukan pengembangannya di dua kawasan peruntukan industri tersebut. "Dan potensinya cukup luas untuk bisa menguasai lahan tersebut," ujarnya.
"Lahannya ada, kemudian dari sisi tenaga kerja juga cukup banyak," tambahnya.
Di sisi lain, Bambang juga menuturkan potensi wilayah Kulonprogo mudah diakses oleh beragam jalur transportasi. Dengan adanya YIA, kereta api, JJLS dan nantinya jalan tol, aksesibilitas Kulonprogo dinilai mudah dijangkau untuk pendistribusian bahan mentah maupun barang jadi.
"Kalau mau investasi di Kulonprogo sebetulnya cukup strategis, satu punya bandara, dua punya kereta api, yang ketiga jalan tol, yang keempat JJLS. Artinya dari sisi akses relatif relatif sangat mendukung, representatif," terangnya.
Bambang berharap akan segera ada keseriusan investor untuk berinvestasi di Kulonprogo. Menurutnya dengan investasi ini, harapannya ada multiplier effect seperti peningkatan laksanakan kerja, peningkatan kesempatan kerja hingga peningkatan pendapatan.
"Dan kesejahteraan masyarakat yang tidak kalah pentingnya ya mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Kabupaten Kulonprogo," ujar dia.
Direktur Perumda Tirta Binangun, Jumantoro menerangkan sebelumnya kerja sama dengan investor Taiwan telah dijalin yang mana Perumda berposisi sebagai buyer. Dikarenakan punya produk meter air, Pemuda Tirta Binangun sering melakukan pengadaan meter air dari pabrikan investor tersebut.
Harapannya dari hanya sekedar pembeli, Kulonprogo bisa menjadi mitra pembuatan sarana pengairan tersebut. "Harapannya ini kami gandeng, kami tarik ke Kulonprogo agar bisa mengembangkan yang ada di Kulonprogo," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Sinergi PLKK untuk Pelayanan Kecelakaan Kerja yang Lebih Cepat
Advertisement
Ini Lima Desa Wisata Paling Mudah Diakses Wisatawan Menurut UN Tourism
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Kembali Bagikan 250 Pompa Air Berbahan Bakar Gas ke Petani
- KPH Yudanegara Minta Paguyuban Dukuh Bantul Menjaga Netralitas di Pilkada 2024
- Mendorong Pilkada yang Inklusif dan Ramah Difabel
- Terbukti Langgar Netralitas, Seorang ASN di Bantul Dilaporkan ke BKN
- KPU Sleman Targetkan Distribusi Logistik Pilkada Selesai dalam 2 Hari
Advertisement
Advertisement