Advertisement
Pansela Bakal Kebanjiran Investasi, Ekonom: Pilih Investor yang Bersahabat dengan Lokal

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pakar ekonomi memperkirakan akan banyak investor yang melirik pansela karena memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ekonomi. Oleh karena itu Pemda DIY disarankan agar membuat kebijakan mengatur investor yang lebih bersahabat dengan lokal.
Pakar Ekonomi, Prof. Edy Suandi Hamid mengatakan berdasarkan pengalaman empirik di seluruh dunia pembangunan infrastruktur akan menggerakkan perekonomian seperti halnya Pansela. Karena dapat menggerakkan mobilitas dari faktor produksi, manusia menjadi lebih mudah sehingga ekonomi akan bergerak.
Advertisement
BACA JUGA: Pansela Diproyeksi Berkembang Pesat, Pemda DIY Pertahankan Lahan Pertanian
Salah satu contohnya, hasil pertanian di sekitar pansela akan lebih cepat sampai ke pasar. Selain itu dapat mendorong produksi karena diperkirakan banyak permintaan. Oleh karena itu ia memperkirakan keberadaan pansela ini secara perlahan akan menghapus ketimpangan ekonomi antara utara dengan selatan DIY.
“Ketika produksi meningkat, pendapatan meningkat maka ketimpangan sisi utara dan selatan menjadi lebih kecil, dan perekonomian makin merata,” katanya, Selasa (26/7/2022).
Meski demikian mantan Rektor UII ini mengingatkan Pemda DIY agar mempersiapkan stimulan di sektor produksi dan ketersediaan transportasi. Sehingga keberadaan pansela itu bisa dimaksimalkan oleh penduduk lokal.
Edy menilai pansela dipastikan akan mengundang investor untuk datang kemudian berinvestasi. Akan tetapi ia mengingatkan agar investasi yang dilakukan tidak dalam bentuk skala besar, akan tetapi sebaiknya diarahkan ke skala menengah ke bawah untuk para pelaku UMKM. Alasannya selain untuk pemberdayaan masyarakat lokal, investasi skala kecil justru dinilai lebih banyak mendatangkan lapangan kerja dibandingkan usaha besar.
“Ketika misalnya ada investor besar yang masuk ya harus melibatkan masyarakat lokal terutama untuk pembukaan lapangan kerjanya. Tetapi saya melihat untuk DIY lebih banyak investor menengah ke bawah,” katanya.
BACA JUGA: Suporter Bola Solo Bentrok di Jogja, Sultan: Hentikan Provokasi dan Kalimat Kebencian
Ia menegaskan harus ada pakem yang jelas untuk mengatur investor yang masuk agar menggunakan pekerja lokal dalam hal produksi maupun jasa. Jangan sampai ada perusahaan yang masuk tetapi menggunakan tenaga kerja dari luar. Mengingat di DIY sudah lengkap mulai dari tenaga terampil hingga tenaga terdidik sehingga sebenarnya tidak perlu mengambil dari luar DIY.
“Saya kira pemerintah bisa membuat kebijakan supaya investor yang masuk ke pansela ini harus bersahabat dengan lokal, local friendly istilahnya, walau pun pada batasan tertentu kita tidak bisa memaksakan semua lokal,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Kemendag Pastikan TikTok Shop Tak Dilarang, Siapkan Aturan Baru
Advertisement

Wisatawan Mancanegara Mulai Melirik Desa Wisata di Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Gelas Berlian Si Nuri, Wadah Lansia agar Berdaya
- Awas! Sejumlah Mata Air dan Belik di Jogja Kini Sudah Tercemar
- 246 Sumur di Jogja Diuji sejak 2021, DLH: 98% Tercemar!
- Terdakwa Korupsi SMP 1 Wates Bacakan Pembelaan 3 Lembar di Persidangan
- Jadwal keberangkatan KA Bandara YIA dari Stasin Tugu Jogja, Jumat 22 September 2023
Advertisement
Advertisement