Viking Row Norwegia Viral di Piala Dunia 2026, Ini Maknanya
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.
Pusat kuliner muncul di Legundi. Munculnya banyak tempat usaha di jalur Pansela menjadi salah satu indikator bergeraknya roda perekonomian di kawasan Pansela. / Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pakar ekonomi memperkirakan akan banyak investor yang melirik pansela karena memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ekonomi. Oleh karena itu Pemda DIY disarankan agar membuat kebijakan mengatur investor yang lebih bersahabat dengan lokal.
Pakar Ekonomi, Prof. Edy Suandi Hamid mengatakan berdasarkan pengalaman empirik di seluruh dunia pembangunan infrastruktur akan menggerakkan perekonomian seperti halnya Pansela. Karena dapat menggerakkan mobilitas dari faktor produksi, manusia menjadi lebih mudah sehingga ekonomi akan bergerak.
BACA JUGA: Pansela Diproyeksi Berkembang Pesat, Pemda DIY Pertahankan Lahan Pertanian
Salah satu contohnya, hasil pertanian di sekitar pansela akan lebih cepat sampai ke pasar. Selain itu dapat mendorong produksi karena diperkirakan banyak permintaan. Oleh karena itu ia memperkirakan keberadaan pansela ini secara perlahan akan menghapus ketimpangan ekonomi antara utara dengan selatan DIY.
“Ketika produksi meningkat, pendapatan meningkat maka ketimpangan sisi utara dan selatan menjadi lebih kecil, dan perekonomian makin merata,” katanya, Selasa (26/7/2022).
Meski demikian mantan Rektor UII ini mengingatkan Pemda DIY agar mempersiapkan stimulan di sektor produksi dan ketersediaan transportasi. Sehingga keberadaan pansela itu bisa dimaksimalkan oleh penduduk lokal.
Edy menilai pansela dipastikan akan mengundang investor untuk datang kemudian berinvestasi. Akan tetapi ia mengingatkan agar investasi yang dilakukan tidak dalam bentuk skala besar, akan tetapi sebaiknya diarahkan ke skala menengah ke bawah untuk para pelaku UMKM. Alasannya selain untuk pemberdayaan masyarakat lokal, investasi skala kecil justru dinilai lebih banyak mendatangkan lapangan kerja dibandingkan usaha besar.
“Ketika misalnya ada investor besar yang masuk ya harus melibatkan masyarakat lokal terutama untuk pembukaan lapangan kerjanya. Tetapi saya melihat untuk DIY lebih banyak investor menengah ke bawah,” katanya.
BACA JUGA: Suporter Bola Solo Bentrok di Jogja, Sultan: Hentikan Provokasi dan Kalimat Kebencian
Ia menegaskan harus ada pakem yang jelas untuk mengatur investor yang masuk agar menggunakan pekerja lokal dalam hal produksi maupun jasa. Jangan sampai ada perusahaan yang masuk tetapi menggunakan tenaga kerja dari luar. Mengingat di DIY sudah lengkap mulai dari tenaga terampil hingga tenaga terdidik sehingga sebenarnya tidak perlu mengambil dari luar DIY.
“Saya kira pemerintah bisa membuat kebijakan supaya investor yang masuk ke pansela ini harus bersahabat dengan lokal, local friendly istilahnya, walau pun pada batasan tertentu kita tidak bisa memaksakan semua lokal,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.