17 Taman Budaya se-Indonesia Hadiri Temu Karya XXV di Jogja
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Ilustrasi kucing./Playbuzz
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja berencana mengendalikan populasi hewan liar pada 2023 mendatang. Pengendalian populasi ini akan melibatkan komunitas pencinta hewan.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja, Sri Panggarti, menjelaskan pengendalian populasi ini diperlukan mengingat banyaknya hewan liar di Kota Jogja. Jawatannya tidak memetakan berapa jumlah populasi hewan liar di Kota Jogja. Namun, dari pengamatan sekilas, kucing liar sangat banyak.
BACA JUGA: Perampok Todongkan Pistol di Tamantirto Bantul, Gasak Uang dan Motor
"Tahun depan kami akan mulai mengendalikan populasi hewan-hewan liar ini lewat sterilisasi," kata Sri, Senin (29/8/2022).
Pengendalian populasi itu nantinya akan fokus pada jenis kucing liar. Mereka biasanya berkeliaran di kawasan pertokoan dan pasar tradisional yang ada di Jogja. "Kakau yang jenis anjing liar jarang kamitemui, kucing yang jumlahnya lumayan signifikan, terutama di pasar-pasar," ujar Sri.
BACA JUGA: Polisi Sebut Pengeroyok Suporter PSS Sleman Hingga Meninggal Terkait dengan Suporter PSIM Jogja
Dinas akan bekerja sama dengan berbagai komunitas pencinta hewan untuk mengumpulkan hewan-hewan liar itu. Pengendalian populasi kucing liar ini akan diprioritaskan pada kucing yang ada di sekitar lingkungan komunitas-komunitas tersebut.
"Kami kan juga kerja sama dan kolaborasi dengan mitra komunitas penyayang kucing, mereka sering ke pasar-pasar menangkap, kalau sakit diobati. Di selter mereka dipelihara, setelah sembuh dilepas lagi dan ini akan kita kendalikan populasinya agar tidak bertambah," ujar Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.