Advertisement
Sekolah Ramah Anak di Jogja Perlu Diperluas

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pembentukan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kota Jogja perlu diperluas untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak. SRA juga berperan sebagai pendeteksi masalah anak.
Pemerhati hak anak, Indriasari Oktaviani, mengatakan sebagai lembaga kedua yang memberikan pendidikan kepada anak, sekolah mesti memastikan bahwa fasilitas dan layanan pemenuhan hak anak tersedia. Kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam edukasi akan membuat pemenuhan hak anak semakin optimal.
Advertisement
BACA JUGA: Pembukaan Porda dan Peparda Tahun Ini Termegah Sepanjang Sejarah
Menurutnya, pembentukan SRA jadi modal penting dalam pemenuhan hak anak di Kota Jogja. Sampai sekarang sudah sebanyak 560 SRA dari berbagai jenjang yang sudah dibentuk di Jogja. "Rata-rata laporan terkait dengan masalah anak yang muncul itu sehari bisa mencapai 10, sehingga kami rasa sangat besar perannya," kata Indriasari, Selasa (30/8/2022).
Dia menyebutkan petunjuk teknis mengenai implementasi ramah anak versi Kota Jogja juga sudah disusun agar sekolah lebih terarah dalam memberikan pelayanan kepada anak. Pihaknya berharap agar sekolah yang belum ditetapkan sebagai SRA bisa bersiap atau mengajukan diri untuk dideklarasikan.
Analis Kebijakan Ahli Muda Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Jogja, Rokhmat Purwadi mengungkapkan, pembentukan SRA di sekolah bisa dijadikan orang tua dan guru untuk saling berbagi mengenai persoalan anak yang tengah dihadapi. Menurutnya, penyelesaian masalah anak akan melibatkan berbagai pihak yang kompeten di bidang masing-masing.
''Harapannya anak tidak hanya di sekolah saja mendapatkan rasa nyaman, aman namun juga bisa bersosialisasi dengan teman mereka. Semoga semakin banyak anak-anak yang bersekolah disini dan orang tua pun melepas anak mereka bersekolah disini tidak khawatir terjadi sesuatu terhadap anaknya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
- Ingin Hasil ASPD Optimal, Dinas Pendidikan Gunungkidul Gelar Tryout
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
Advertisement
Advertisement