Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong perluasan program keluarga berencana (KB) untuk masyarakat di wilayahnya. Meski laju pertumbuhan penduduk di kota pelajar masih stabil, KB tetap penting.
Berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, pertumbuhan penduduk di wilayah ini berada di angka 0,98%, dengan jumlah penduduk di kisaran 435.936 jiwa atau 1,2 anak per kepala keluarga.
BACA JUGA: Jalan Kaki ke PN Sleman, Gugatan Pemilik RM Pak Parto atas Sengketa Lahan Mereka Ditolak
Angka itu tergolong stabil dibanding dengan rata-rata pertumbuhan penduduk nasional yang berada di angka 2%. Namun, laju pertumbuhan penduduk yang stabil ini rupanya tidak diikuti oleh ketercakupan kepesertaan KB pada pasangan subur. Sampai dengan Juli 2022, kepesertaan KB masih 53,63%.
"Angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi memang masih tinggi di Jogja, tetapi angka pertumbuhan penduduk rendah," kata Kepala DP3AP2KB Kota Jogja, Edy Muhammad, Rabu (31/8/2022).
Menurut Edy, hal ini disebabkan pasangan subur masih terpaku pada pola KB tradisional semacam senggama terputus (ejakulasi di luar) atau dengan cara kalender yakni dengan menghitung masa subur. Jawatannya saat ini tengah mendorong agar para pasangan usia subur lebih memilih program KB yang telah banyak tersedia untuk membangun kesadaran pengendalian penduduk.
"Saat ini jumlah pasangan usia subur ada di angka 37.971 pasangan dengan kebutuhan KB yang belum terpenuhi 24,12 persen. Sosialisasi terus kami gencarkan bahkan kepada pasangan yang baru menikah," ujarnya.
Sampai saat ini, ada 19.486 peserta KB aktif di Kota Jogja dengan jenis KB tertinggi adalah IUD 6.962, kondom 4.511, serta suntik 4.425. Sementara dilihat dari capaian per wilayah, kepesertaan KB tertinggi berada di Kecamatan Mergangsan dengan angka 65%.
BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi, mengungkapkan perluasan program KB bertujuan untuk membentuk ketahanan keluarga sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2017-2022. Menurutnya, RPJMD telah memuat serangkaian program yang arah kebijakannya bertumpu pada kualitas pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.
"Salah satu strategi kami melalui peningkatan KB dan pembangunan ketahanan keluarga. Kepesertaan KB kita dorong agar diperluas supaya laju pertumbuhan penduduk serta angka kelahiran terkendali," ucap Sumadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.