Advertisement

Demokrat: Kenaikan BBM Bukan Solusi yang Dikehendaki Rakyat

Annasa Rizki Kamalina
Sabtu, 03 September 2022 - 22:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Demokrat: Kenaikan BBM Bukan Solusi yang Dikehendaki Rakyat Demokrat Tolak Penaikan Harga BBM: Bukan Solusi!. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Partai Demokrat menolak adanya penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang resmi berlaku per hari ini, Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB. 

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Demokrat Sartono Hutomo menyampaikan bahwa kenaikan harga bukanlah satu solusi dari penyelesaian melonjaknya nilai subsidi sepanjang 2022. 

"Pemerintah tetap harus melakukan pekerjaan rumah yaitu dengan mengendalikan penyaluran bbm bersubsidi kepada yang pihak yang berhak. Kenaikan bukanlah solusi yang dikehendaki rakyat," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2022). 

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Pasalnya, pengumuman kenaikan harga dilakukan pada siang hari akhir pekan di tengah kegiatan ekonomi berlangsung. Selain itu, pemerintah juga baru saja menurunkan harga beberapa jenis BBM pada 1 September mengingat saat ini harga minyak dunia telah turun ke bawah US$100 per barel. 

Baca juga: Sudah Resmi Naik, Ini Harga Terbaru Pertalite, Solar, hingga Pertamax

Faktanya, menurut Suhartono, inflasi yang sudah turun pada Juli 2022 akan kembali mengalami kenaikan yang berimbas pada lonjakan harga pangan. 

Kenaikan harga Pertalite dan Solar akan mempengaruhi masyarakat termasuk kelas menengah karena mereka akan mulai menahan belanjanya. Penahanan belanja masyarakat akan berimbas pada permintaan industri manufaktur yang berpotensi terpukul, serapan tenaga kerja terganggu hingga akhirnya target-target pemulihan ekonomi pemerintah tidak sesuai target. 

Untuk itu, Suhartono yang mewakili Demokrat mengungkapkan bahwa akan terus mendorong pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dalam penyaluran subsidi bbm agar semakin tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran yang ada. 

 “Kami Partai Demokrat bersama dengan rakyat, sudah menyampaikan aspirasi rakyat yaitu tidak menaikkan harga BBM. Jika suara aspirasi rakyat tidak didengarkan oleh pemerintah, maka bagaimana rakyat dapat sejahtera,” tegasnya. 

Advertisement

Kata Jokowi

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah telah berupaya kuat melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Bahkan, Jokowi mengakui ingin menjaga harga BBM dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi.

“Tetapi anggaran subsidi dan kompensasi tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,2 triliun menjadi Rp502,4 triliun dan itu akan meningkat terus dan lagi lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi,” katanya dalam siaran resminya secara virtual, Sabtu (3/9/2022). 

Advertisement

Menurutnya, keputusan untuk menaikkan harga BBM subsidi merupakan hal yang sulit dan opsi terakhir yang akan dilakukan pemerintah. Tetapi, beban subsidi yang terus meningkat memaksa pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM sehingga harga BBM yang selama ini mendapatkan subsidi akan mengalami penyesuaian.

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sabu Senilai Rp1 Miliar Disita, Bandar dan Kurir Sabu Digelandang

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 07:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement