Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Gunungan sayuran yang dibawa para pesilat dalam kirab budaya untuk memperingatan satu abad Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bantul, Minggu (4/9/2022).
Harianjogja.com, BANTUL — Ribuan pesilat yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bantul menggelar kirab budaya, Minggu (4/9/2022). Kirab budaya ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Satu Abad atau 100 tahun PSHT.
Kirab budaya diawali dengan pasukan bregada, kemudian pasukan dari masing-masing kapanewon di 17 kapanewon, pasukan dua gunungan lambang PSHT, dua gunungan sayuran, dan dua gunungan besar nasi tumpeng, serta dua gunungan kecil tumpeng yang dilengkapi dengan ingkung.
Kirab budaya diawali dari simpang lima Bejen menuju Lapangan Trirenggo. Arus lalu lintas di jalur kirab budaya pun terpaksa dibuka tutup oleh aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Bantul. Kirab budaya ini menyedot banyak warga yang menyaksikan di sepanjang jalur kirab budaya hingga lapangan Trirenggo.
Sampai lapangan Trirenggo, digelar upacara dan penyerahan dua gunungan kecil nasi tumpeng kepada Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
BACA JUGA: Harga Telur Sudah Turun tapi Masih Tergolong Tinggi
Selesai upacara, para pesilat ini menunjukan atraksi silat di hadapan warga dan sejumlah tamu undangan. Sebagai puncak acara, dua gunungan sayuran diperebutkan untuk warga yang hadir.
Ketua Cabang PSHT Bantul, Tri Joko Santoso mengatakan ada sekitar 4.000 anggota PSHT di Bantul, namun yang ikut dalam kirab budaya satu abad PSHT hanya sekitar seribuan orang. “Ini adalah hari di mana PSHT seluruh Indonesia merayakan 100 tahun, temanya Terate Emas,” kata Joko, di sela-sela kirab budaya.
Joko mengatakan kirab budaya yang digelar sebagai bagian dari rasa syukur PSHT yang masih eksis hingga saat ini. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan lagi PSHT kepada masyarakat umum.
Pihaknya bersama sejumlah elemen juga membentuk unit bela negara untuk mengahadapi berbagai ancaman yang merusak negara Indonesia.
Lebih lanjut Joko mengatakan PSHT tidak hanya aktif latihan bela diri bagi semua anggotanya serta menjaga alam dan lingkungan, tetapi juga turut membentuk atlet-atlet pencak silat berskala nasional maupun internasional, di antaranya atlet Suwardi dan Arum Sari.
Pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga masyarakat dan negara. “Pokoknya setiap ada kegiatan, PSHT harus turun tangan, kami akan bantu terjun ke masyarakat,” tandas Joko.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan satu abad PSHT memiliki makna mendalam bagi warga PSHT. PSHT merupakan sebuah perkumpulan yang mengedepankan rasa persaudaraan dan merjuangkan kebenaran.
“Satu abad PSHT ini jadi momentum mengajak warga PSHT untuk terus mengembangkan diri secara fisik maupun kejiwaan,” katanya.
Halim mengatakan semua warga PSHT diamanati dan dididik untuk bermanfaat bagi banyak orang. “PSHT bukan untuk gagah-gagahan, bukan untuk menang-menangkan apalagi untuk kejahatan. Ilmu yang didapat harus dimanfaatkan untuk diri sendiri, keluarga, dan sesama,” ujar Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.