Advertisement

Digitalisasi Museum Dongkrak Jumlah Kunjungan Wisatawan di DIY

Sunartono
Selasa, 06 September 2022 - 20:47 WIB
Budi Cahyana
Digitalisasi Museum Dongkrak Jumlah Kunjungan Wisatawan di DIY Wisatawan berkunjung di Museum Benteng Vredeburg Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Museum di DIYharus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi museum terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan baik secara luring maupun daring sehingga koleksi museum lebih banyak dikenal dan dipelajari masyarakat terutama anak muda.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharja mengatakan saat ini museum harus beradaptasi dengan perubahan zaman terutama menerapkan teknologi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk melakukan perubahan di museum, yaitu digitalisasi, otomatisasi dan artificial intelligence.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Siap-Siap! Bansos BBM di Sleman Cair Dua Sampai Tiga Hari Lagi

Perubahan konkret yang dilakukan Vredeburg adalah layanan tiket online virtual tour yang membuat siapa pun dapat menikmati isi museum tanpa mengenal ruang dan waktu. Pengunjung dapat melihat koleksi museum seperti aslinya.

"Semua museum harus melakukan perubahan dengan tranformasi digital, jika tidak, tentunya akan ditinggalkan masyarakat. Di Vredeburg, pada 2019 pengunjung sekitar 63.000 tetapi setelah digitalisasi dilakukan, dipacu dengan medsos, saat ini meningkat dari angka tersebut setiap bulannya," katanya di sela-sela diskusi Transformasi Digital di Museum di Museum Benteng Vredeburg, Jogja, Selasa (6/8/2022)

Ia mengatakan transformasi digital memberikan dampak positif bagi kunjungan suatu museum baik secara luring maupun daring. Di Benteng Vredeburg, salah satunya terkait event pameran Serangan Umum Satu Maret dengan menggandeng influencer dan pakar digital. Karya yang dipamerkan kemudian menjadi objek foto bagi kalangan milenial dan diunggah di medsos.

"Sehingga pesan atau isi museum bisa tersampaikan melalui konten digital itu ke komunitas anak milenial tersebut," katanya.

BACA JUGA: Duh, Data 3.000 PNS Bocor dan Dijual Bebas! Isinya NIK hingga Rekening

Kurator Museum Arsip DIY Pius Sigit Kuncoro mengatakan di era saat ini anak muda tidak bisa lepas dari gadget. Kondisi ini memang harus dimanfaatkan banyak pihak, termasuk museum. 

"Selain itu transformasi digital memudahkan berbagai koleksi lama untuk direka-reka lewat kreativitas digital, sehingga menarik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Subsidi Program Biodiesel Dinilai Untungkan Korporasi Besar

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement