Saatnya Ubah Passion Jadi Misi Hidup Bermanfaat
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).
Wisuda Universitas Sanata Dharma di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Jumat (16/9/2022)./Harian Jogja
SLEMAN—Universitas Sanata Dharma mewisuda 1.126 mahasiswanya periode Februari-Juli 2022 Tahun Akademik 2022/2023 untuk program diploma, sarjana, dan magister. Jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 1.510 orang yang lulus pada Februari-Juli 2022.
Rektor Universitas Sanata Dharma Albertus Bagus Laksana menyampaikan banyak tantangan yang akan dihadapi oleh para wisudawan ini. Berbagai krisis melanda, mulai dari krisis iklim, krisis energi, krisis pangan, hingga krisis keamanan global.
"Selebrasi wisuda kalian terjadi saat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan inflasi, hadapi ketidakpastian itu, para wisudawan kepakan sayap di dunia dan zaman yang sulit ini, ingatlah kalian sudah punya banyak hal," ucapnya dalam acara wisuda di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Jumat (16/9/2022).
Dia mengajak para wisudawan untuk berjuang seperti burung kolibri. Burung kecil yang punya kekuatan dan ketekunan besar, jauh melebihi penampakan fisiknya.
"Ketika kalian mulai mengepakkan sayap, di zaman yang sulit dan rumit ini kalian sudah memiliki banyak bekal kekuatan, Sanata Dharma jadi wahana persiapan seperti kolibri bersiap untuk perjalanan jauh," ucapnya.
Melalui energi kebersamaan dan relasi yang sudah dipupuk baik dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan, pertumbuhan ilmu dan wawasan semakin terbuka. Wisudawan harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan terlibat pada isu-isu yang melebihi kehidupan.
"Ada juga pertumbuhan keterampilan dari soft skill dan hard skill tergantung ilmu dan bidang studi kalian. Namun yang sangat penting kiranya adalah pertumbuhan personal karakter," jelasnya.
Dia mengatakan salah satu hal menarik lainnya adalah terkait kesan alumni pada almamater, hal yang terungkap adalah sapaan, perhatian, dan relasi. Baik dengan dosen, staf, tendik, dan mahasiswa lainnya.
Kemampuan berelasi akan membantu saat bekerja dalam tim. Satu lagi hal yang harus dimiliki wisudawan menurutnya adalah kemampuan menangani kekacauan, agar siap menghadapi ketidakpastian di masa depan.
"Setelah pandemi, latih lagi perjumpaan langsung, relasi, kemampuan bekerja dan berkarya. Dorong relasi dengan banyak orang," paparnya.
Perwakilan wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Lila Cesilia menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen dan semua pihak yang telah membersamai hingga masa akhir skripsi. "Kami dididik tidak hanya jago akdemis di dalam kampus tapi juga diluar kampus," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6).
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.