Advertisement
Pemkab Sleman Akan Gelar Operasi Pasar Murah di 17 Kecamatan
Salah satu pedagang di Pasar Sleman Unit 1 menjajakan dagangannya, Kamis (15/9/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menggelar operasi pasar murah di 17 kecamatan atau kapanewon. Operasi pasar murah ini akan berlangsung pada September dan Oktober 2022.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan operasi pasar ini merupakan kerjasama dengan berbagai pihak. Titik operasi pasar akan didiskusikan lebih lanjut.
Advertisement
"Kira-kira nanti ditaruh di mana, pasar mana, rapat dengan panewu, lurah, dan pasar-pasar," kata Kustini saat ditemui dalam acara pasar murah di Lapangan Pemda Minggu (18/9/2022).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi, mengatakan harga pangan yang tinggi menumbuhkan perilaku panic buying atau pembelian secara berlebihan. Permintaan yang tinggi akan membuat harga semakin mahal di pasaran.
Dia menjelaskan ketika kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi mereka tidak lagi membeli dalam jumlah banyak, sehingga harga bisa ditahan dan inflasi bisa dijaga.
"Ketika masyarakat tidak membeli berlebihan artinya demand-nya turun. Sehingga dia [pedagang] mau jual tinggi enggak laku," ucapnya.
Harga bahan pokok di pasar murah dijual di bawah rata-rata harga pasar. Misalnya telur dijual Rp22.500 per kg lebih murah dari harga pasar sekitar Rp25.500 per kg. Minyak dijual Rp11.500 per liter sementara di pasar sekitar Rp13.500 - Rp14.000 per liter.
Pasar murah digelar dengan kerjasama dengan Bulog, distributor (Jogja Telur), dan Perhimpunan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM). Tidak ada syarat khusus bagi masyarakat yang mau membeli sembako murah ini. Beberapa komoditas yang dijual di antaranya beras, gula, minyak, telur dan cabai.
"Silakan datang untuk mendapatkan sembako ini, namun dengan batasan. Karena masyarakat antusias, minyak dua liter, gula 2 kg, telur 1 kg, silahkan bebas untuk beras, cabai juga," ucapnya.
Dia mengatakan Sleman akan mendapatkan alokasi dari provinsi 40 ton bahan pokok dengan empat komoditas. Mekanisme pasar murah di 17 kapanewon saat ini masih dalam proses pembahasan.
"Kemudian dari APBD disiapkan setengah miliar [Rp500 juta] untuk operasi pasar dan bantuan ongkos angkut. Yang mekanisme masih digodok. Harapannya nanti September sampai Oktober [17 titik]," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polisi Iran Tangkap Ratusan Penggerak Kerusuhan di Beberapa Provinsi
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- PSIM vs Persebaya di SSA Minggu Ini, Polres Bantul Perketat Pengamanan
- Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen
- Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya
- DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026
- BUMKalma Satu Hati Playen Raih Juara 1 BUMDes Inspiratif 2025
Advertisement
Advertisement



