Advertisement
UAD Bantu Warga Olah Rempah dengan Teknologi Berbasis Solar Dome

Advertisement
KULONPROGO-Merosotnya nilai jual hasil pengolahan rempah-rempah yang dikelola oleh kelompok Petani Herbal di daerah Ngargosari Kulonprogo, mengusik tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk terjun langsung membantu mengentaskan permasalahan tersebut.
Tim PkM UAD yang diketuai oleh Anton Yudhana Ph.D dan beberapa dosen serta mahasiswa lintas program studi yaitu Teknik Elektro, Bisnis Jasa Makanan, dan Akuntansi dengan menggandeng kelompok Herbal UD Semesta yang diketuai oleh Fatkhur Rahman, bergerak untuk meningkatkan kualitas pengolahan rempah-rempah yang ada di Ngargosari. Program Kemitraan Masyarakat ini bersumber dari dana DRTPM KEMDIKBUDRISTEK tahun 2022.
Advertisement
Anton Yudhana mengatakan nilai jual rempah-rempah sekarang ini sudah merosot di bawah harga standar. Hal tersebut dipengaruhi oleh metode produksi yang digunakan secara konvensional yaitu hanya dengan menjemur rempah-rempah secara langsung ditempat terbuka.
"Dengan metode tersebut sangat menentukan terhadap kualitas rempah-rempah yang dihasilkan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (21/9/2022).
Metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi industri herbal digunakanlah metode pengeringan solar dome berbasis IoT (Internet of Things) yang dilengkapi dengan sistem pengukur untuk parameter-parameter tertentu diantaranya suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya.
Rempah-rempah yang masih basah nantinya akan dikeringkan menggunakan solar dome tersebut dalam kurun waktu yang relatif singkat. Dalam hal itu pemantauan tingkat kekeringan rempah-rempah dapat dipantau melalui smartphone secara fleksibel kapanpun dan dimanapun secara real time.
“Kegiatan ini menjadi peluang besar untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan taraf ekonomi warga," kata Alia Ariesanti selaku dosen akuntansi.
Ia juga menjelaskan kepada kelompok tani herbal semesta tentang pembuatan branding untuk meningkatkan hasil produksi yang dapat dilakukan di daerah tersebut. Maka dari itu beliau akan memberikan pelatihan khususnya kelompok tani herbal tentang pemasaran produk yang sudah jadi baik dalam negara maupun mancanegara.
Dengan melihat sumber daya rempah-rempah yang melimpah khususnya di Ngargosari, menjadi sentra produksi herbal yang berkemajuan.
Fatkhur rahman menyatakan program ini sangat menjanjikan dan dapat dipercaya keberlanjutannya. “Kami berharap dengan adanya teknologi ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi rempah-rempah di Ngargosari sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” Senin (12/09/2022).*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement