Kawat Berduri Dipasang di Titik Nol, Sekda DIY Minta Polisi Berkoordinasi
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN - Jaringan gas (Jargas) akan segera dimanfaatkan oleh warga Kabupaten Sleman akhir tahun ini. Sumber gas yang akan digunakan untuk Jargas berasal dari Semarang, Jawa Tengah.
Asisten Administrasi Umum, Kunto Riyadi mengatakan pemasangan Jargas akan segera dilakukan setelah pengurusan izin rampung. Jargas akan dimanfaatkan di tiga kapanewon di antaranya Mlati, Ngaglik, Depok.
"Ada di Depok, ada di Mlati, ada di sebagian Ngaglik. Perkotaan, sementara di perkotaan ini masih pilot projek," ucapnya saat dihubungi, Rabu petang (28/9/2022).
Pendistribusian gas dari Semarang ke Sleman menurutnya tidak melalui pipa. Gas dari Semarang ini akan diangkut menggunakan kendaraan.
Saat proses pengiriman gas akan dikompres terlebih dahulu, serta dipadatkan. Kemudian di taruh di stasiun gas dan didistribusikan ke pelanggan Jargas di Sleman.
Baca juga: Wings Food Buka Suara soal Temuan Pestisida di Mie Sedaap
"Dari stasiun didistribusikan seperti pom bensin, hanya ini gas dikompres. Pipanya gak datang dari Semarang," jelasnya.
Jumlah sambungan rumah (SR) yang akan dipasang sampai saat ini belum dipastikan, tergantung dari minat pelanggan nantinya. Pemasangan Jargas, kata Kunto, bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan gas dengan harga yang lebih murah dibandingkan liquefied petroleum gas (LPG).
"[belum pasti] jumlah pelanggannya tergantung nanti yang pasang, berapa itu, bertahap. Intinya supaya lebih murah," ucapnya.
Kunto belum bisa memastikan bulan apa Jargas akan mulai dipasang. Pemerintah akan mensosialisasikan rencana pemasangan Jargas kepada masyarakat.
Dia menyebut tekanan gas ini tidak tinggi sehingga lebih aman "Masih nunggu izin lingkungannya, selesai di akhir tahun baru konstruksi, konstruksi pasang-pasang saluran, station," lanjutnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan potensi pengembangan Jargas di Sleman sekitar 5.300 SR. Menurutnya penggunaan Jargas ini lebih efektif dan efisien. "Mari masyarakat Sleman ayo gunakan gas PGN karena lebih efektif dan efisien," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Houthi mengklaim melancarkan enam operasi militer, termasuk menyasar Bandara Riyadh dan fasilitas Saudi Aramco. Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Real Madrid menang 3-0 atas Valencia di Mestalla. Los Blancos kini mengoleksi 30 poin, sama dengan Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol.
Polri mengidentifikasi 58 WNI menjadi korban dugaan TPPO berkedok rekrutmen tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp50 juta.
Penembakan massal di Krakow, Polandia, menewaskan enam orang. Tiga jenazah ditemukan di rumah pelaku dan pemerintah menetapkan berkabung nasional.