Advertisement

7 Kali Guguran Lava Gunung Merapi Terjadi Selama Sepekan

Lugas Subarkah
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
7 Kali Guguran Lava Gunung Merapi Terjadi Selama Sepekan Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus berlangsung. Dalam sepekan terakhir tercatat sebanyak tujuh guguran lava dimuntahkan Gunung Merapi. Jumlah ini menurun jika dibanding pekan sebelumnya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan dalam sepekan terakhir teramati muncul tujuh guguran lava. “Ke arah barat daya, dominan ke sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter,” ujarnya, Sabtu (1/10/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun kamera Deles 5 dan Babadan 2, pada kubah barat daya teramati adanya penambahan tinggi kubah 1 meter. Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

“Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.637.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik,” katanya.

Intensitas kegempaan Gunung Merapi pada minggu ini masih cukup tinggi, meliputi 218 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 18 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 137 kali gempa Fase Banyak (MP), 403 kali gempa Guguran (RF), 50 kali gempa Hembusan (DG), dan 7 kali gempa Tektonik (TT).

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.  Meski sempat terjadi hujan, tidak dilaporkan munculnya lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Ini Sosok yang Diduga Anggota DPRD Bantul Berinisial ESJ

“Berdasarkan data pengamatan tersebut, disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif dengan status Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas,” ungkapnya.

Advertisement

Daerah potensi bahaya sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement