BPJS Ketenagakerjaan Dukung Warga Binaan di Kulonprogo Kembali Produktif
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Delegasi Regional Technical Workshop on FLW G20 mempelajari praktik pengelolaan potensi food waste di Jogja, Kamis (6/10/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Bank Pangan Indonesia (Foodbank of Indonesia/FOI) di Jogja menjadi salah satu tujuan field trip para peserta Regional Technical Workshop on Food Loss and Waste (FLW) G20. Kunjungan itu dilakukan untuk mempelajari praktik pengelolaan potensi food waste yang dilakukan FOI sebagai bank pangan di Jogja.
Founder FOI, Hendro Utomo mengatakan kegiatan tersebut dikelola Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Thunen Institute sebagai organisator isu food loss dan food waste dalam presidensi G20. Field Trip ini diikuti perwakilan dari sembilan negara ASEAN.
Mereka mengunjungi gudang penyimpanan dan pemilahan makanan serta mitra penerima manfaat FOI, yaitu TK Negeri 3 dan Posyandu Sunthi, Kapanewon Kraton, Jogja untuk menyaksikan distribusi makanan kepada balita, anak-anak, dan lansia.
"Indonesia ini memiliki food waste atau kemubaziran makanan yang sangat tinggi. Nilainya mencapai Rp350 triliun, itu setara dengan memberi makan sebanyak 26 juta orang. Sementara orang miskin di Indonesia sebesar itu," katanya, Kamis (6/10/2022).
BACA JUGA: 500 Peserta Bakal Ramaikan Karnaval Puncak Perayaan HUT Ke-266 Kota Jogja, Ini Rute dan Tanggalnya
Setiap minggu, bahan pangan yang terkumpul dari perusahaan ritel seperti Superindo atau pasar-pasar lainnya didistribusikan oleh FOI secara kolaboratif di 43 kota/kabupaten bersama dengan berbagai pihak. "Untuk distribusinya kami bekerjasama dengan JNE Express, yang turut membantu menjangkau bahan pangan ini lebih banyak penerima manfaat," katanya.
Head of Media Relations JNE Express, Kurnia Nugraha menjelaskan distribusi bantuan pangan ini merupakan komitmen JNE untuk terus memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Sesuai tagline connecting happiness, katanya JNE terus mengantarkan makanan berlebih dari retail untuk masyarakat yang membutuhkan, yaitu anak-anak dan lansia.
"Kami berkolaborasi dengan FOI sejak 2018. Untuk di Jogja, JNE berhasil menyelamatkan sekitar 80 ton makanan yang kami distribusikan. Ini kami lakukan secara gratis," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.