Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN — Proyek pengembalian bangunan pelengkap jalan berupa talut jalan di Brayut, Kalurahan Pandowoharjo sempat diprotes karena berdampak pada lahan warga. Kalurahan memastikan terkenanya lahan warga hanya selama masa pengerjaan.
Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharja, menjelaskan persoalan lahan warga terdampak proyek yang dijalankan dengan mekanisme Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) sepanjang 600 meter tersebut sudah diselesaikan dengan musyawarah antara smeua pihak yang terlibat.
Terkait dengan adanya lahan yang terdampak oleh proyek tersebut, menurutnya itu hanya sementara, selama masa pengerjaan konstruksi proyek. “Karena proses di lapangan itu yang melalui pengerukan untuk penyiapan itu. Terdampaknya hanya sementara tetapi langsung dikembalikan,” ujarnya, Kamis (6/10/2022).
Sementara soal patok batas lahan milik salah satu warga yang sempat lepas akibat proyek tersebut ia memastikan akan dikembalikan lagi di tempat semula. “Sementara dikembalikan seperti semula, otomatis ke depan juga melibatkan BPN [Badan Pertanahan Nasional],” katanya.
BACA JUGA: Respons Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa Gelar Aksi di Halaman Polda DIY, Ini Tuntutan Mereka
Adapun saluran irigasi yang berada di sisi jalan ia juga memastikan tidak akan masuk ke lahan milik warga karena akan ditempatkan di tubuh jalan. "Jadi jalannya dipersempit. Tidak mengurangi lahan punya warga,” kata dia.
Dia mengungkapkan irigasi tersebut hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil warga, karena irigasi yang lebih banyak di sebelah timur. “Tetapi memang kami memberikan karena masukan masyarakat juga ingin itu untuk irigasi sehingga kami tetap memberi fasilitas untuk irigasi,” katanya.
Sebelumnya, salah satu warga Brayut, Theodors Christian, menuturkan lahan milik keluarganya menjadi salah satu yang terdampak dari proyek ini. Tidak hanya terkena dalam pengerukan, patok batas lahannya pun sampai lepas.
Dia khawatir dengan pengerjaan itu akan mengurangi lahan milik keluarganya dan menggeser patok batas tanah, karena untuk mengembalikan patok tersebut menurutnya perlu koordinasi dengan BPN dan ada biayanya. “Kami minta kejelasan saja, kalau mengambil lahan warga itu aturannya bagaimana,” ungkapnya.
Proyek PUPM ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) Sleman dengan kontraktor CV Ajrina karya dan nilai kontrak sebesar Rp552,8 juta. Dengan waktu pengerjaan 90 hari kerja, pengerjaan ditargerkan selesai akhir Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.