Advertisement

Kekerasan Seksual Terus Berulang di Kampus, Ini yang Dilakukan UGM

Anisatul Umah
Selasa, 11 Oktober 2022 - 20:27 WIB
Bhekti Suryani
Kekerasan Seksual Terus Berulang di Kampus, Ini yang Dilakukan UGM Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi masih terus terulang. Terakhir di Universitas Gadjah Mada (UGM) dugaan kasus kekerasan seksual dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan terduga pelaku mahasiswa Hubungan Internasional (HI).

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito mengatakan UGM akan berupaya agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan mendampingi mahasiswa baru.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Mahasiswa tidak hanya didorong semata-mata untuk meraih prestasi, namun juga mengatasi kerentanan mereka menjadi mahasiswa. Ini menjadi konsen yang akan didorong UGM.

"[antisipasi] UGM juga mengajak perguruan tinggi lain untuk membuat satu model penerimaan mahasiswa baru yang terus melakukan pendampingan," ucapnya ditemui di Gedung Pusat UGM, Selasa (11/10/2022).

Menurutnya kultur baru perlu dibangun antar mahasiswa. Dia mencontohkan, misalnya ditemukan salah satu teman yang biasanya ceria tiba-tiba sering murung, maka perlu segera dijemput dan dibantu.

"Nanti kami lihat prosesnya, tetapi mohon dukungan juga, karena bagaimanapun juga kadang-kadang muncul [kasus]," paparnya.

Arie menjelaskan, terkait dugaan kasus yang baru terjadi di Fisipol, saat ini sudah ditangani pihak fakultas. Sementara dari universitas mendampingi.

"Universitas punya prinsip menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan di era dimana keterbukaan orang juga harus ada edukasi ke publik bahwa kapan ini perlu dicegah tidak harus menunggu kasus," ucapnya.

Advertisement

Beberapa kasus yang terjadi sebelumnya dia sebut selalu dituntaskan, namun terkadang butuh waktu lama. Pendekatan menurutnya tidak semata-mata proses hukum, namun juga pendampingan psikologis.

"[hukuman pelaku] tergantung gradasi kesalahan bagaimanapun juga kalau gradasi kesalahannya lebih punishment-nya juga lebih," kata Arie.

Lebih lanjut dia mengatakan, secara prinsip orang perlu dididik untuk bisa berubah. Karena tugas dari pendidikan bukan hanya sekedar memberikan hukuman.

Advertisement

BACA JUGA: 10 Rumah di Kulonprogo Tertimpa Longsor

"Tetapi misi besarnya untuk melakukan pemulihan, membangun kesadaran sangat penting," lanjutnya.

Harianjogja.com mencoba menghubungi Korps Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (Komahi), karena terduga pelaku berasal dari mahasiswa prodi HI. Namun Komahi enggan menjawab dan hanya berkenan dikutip atas nama Narahubung Komahi.

"Dari kami tidak ada komentar atau tanggapan," ucapnya singkat. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BMKG Catat Sudah 5 Kali Gempa dalam Sepekan Ini, Terbaru di Sukabumi

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement