Advertisement
Stok Vaksin Covid-19 di Gunungkidul Menipis
Pelaksanaan vaksinasi massal di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul kehabisan stok vaksin Covid-19. Hingga sekarang masih menunggu pengiriman dari Pemerintah Pusat untuk melanjutkan program vaksinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tidak lagi memiliki stok vaksin Covid-19. Kondisi itu terjadi sejak awal Oktober ini.
Advertisement
Adapun stok sudah diditribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan maupun puskesmas di Gunungkidul. Diperkirakan hanya bertahan hingga akhir bulan ini.
“Masih ada sisa sedikit di faskes dan itu dipakai terus sampai habis,” kata Dewi kepada wartawan, Selasa (11/10/2022).
Untuk tambahan stok vaksin, ia mengakui masih menunggu pasokan dari Pemerintah Pusat. Habisnya stok terjadi karena program vaksinasi, khususnya booster terus berjalan. Sedangkan dari stok belum ada pengiriman dari Pemerintah Pusat.
“Sekarang masih menunggu tambahan pengiriman,” katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY: Awas Hujan Disertai Petir!
Disinggung mengenai capaian vaksin booster, ia mengakui ada peningkatan signifikan. Pasalnya, hingga sekarang sudah mencapai 41% dari sasaran program yang mengikuti booster. “Terus ada peningkatan untuk capaian vaksin di Gunungkidul,” katanya.
Dewi menambahkan, laju penyebaran kasus Corona sudah sangat terkendali. Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat tetap waspada karena selama masih pandemi, maka potensi tertular tetap ada.
Oleh karenanya, diharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk langkah antisipasi. “Memang sudah banyak yang diperlonggar, tapi potensi penularan tetap ada,” katanya.
Berkaitan dengan potensi penurunan status dari pandemi menjadi endemi, Dewi menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat. “Hingga sekarang belum ada kebijakan terbau tentang pandemic,” katanya.
Terkendalinya laju penularan corona di Gunungkidul dapat dilihat dalam pelaksanaan skrining di lingkungan sekolah. Total selama skrining berlangsung ada 2.979 orang diperiksa. Adapun hasilnya yang dinyatakan positif corona hanya 58 orang.
“Jadi terhitung kecil kasusnya,” kata Dewi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan, tidak ada penutupan sekolah meski ada kasus penularan Corona. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Pemerintah DIY.
Menurut dia, sudah ada ketentuan apabila temuan kasus hanya pada satu atau beberapa anak, maka sekolah tidak akan ditutup. “Penutupan baru dilakukan kalau kasusnya sudah lebih dari 25% dari jumlah siswa maupun guru. Kalau hanya satu atau dua kasus, maka yang dinyatakan positif wajib mejalani isolasi mandiri,” katanya.
Dia memastikan hingga sekarang tidak ada sekolah di Gunungkidul yang ditutup karena penularan virus corona. “Sekolah tatap muka tetap berjalan seperti biasa. Tapi, kami mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat guna memutus mata rantai penyebaran virus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cek Jadwal Kereta Bandara Jogja-YIA Hari Ini 18 Maret 2026
- Cuaca Jogja Hari Ini Cerah, Cocok untuk Mudik
- Layanan SIM DIY Libur saat Lebaran 2026, Cek Masa Dispensasinya
- Prakiraan Cuaca DIY Rabu 18 Maret 2026: Hujan Ringan di 3 Wilayah
- Pesanan Parsel Lebaran Melejit, Rumah Parcel Jogja Tembus 700 Paket
Advertisement
Advertisement








