Kejuaraan Arung Jeram di Oya, Sleman Kirim Skuat Atlet Muda
Sleman mengirimkan satu tim bermaterikan lima atlet mudanya untuk bertanding di ajang Kejuaraan Arung Jeram Open R4-2026 di Sungai Oya, Gunungkidul.
Obelix Village.
Harianjogja.com, SLEMAN—Terlihat mencolok di tengah hamparan hijau Padukuhan Krandon, Kalurahan Pandowoharjo, Sleman, beberapa bangunan gaya arsitektur Jawa bercat dominan warna putih serta sebuah Obelix Village yang menandakan nama kawasan itu.
Pada Sabtu (15/10/2022), objek wisata Obelix Village baru akan dibuka untuk umum. Namanya hampir serupa dengan Obelix Hills yang ada di Prambanan karena Obelix Village merupakan objek kedua yang dikembangkan manajemen All Obelix.
Manajer Obelix Village, Monika Priyatno, menuturkan proyek village ini sudah cukup lama dikerjakan. Idenya bermula dari keinginan mencari suatu tempat rekreasi unik yang berada di tengah sawah.
“Kami [All Obelix] wingin menghadirkan sesuatu yang natural tanpa merusak eksistensi kawasan sebagai lahan kuning. Sebagaimana Obelix Hills yang sudah terlebih dulu hadir, kami tetap berprinsip tidak mengubah keaslian objek,” tuturnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Jumat (14/10/2022).
Berawal dari niatan itu akhirnya tercetus gagasan membuat objek wisata dengan desain kembali ke alam. Sesuai konsep tersebut, Obelix Village yang berdiri di atas lahan seluas empat hektare menyuguhkan wahana pertanian mini dan kebun binatang kecil.
Pertanian mini merupakan sebuah wahana edukasi tentang pertanian. Pengunjung bisa ikut bercocok tanam dan memanen hasil tani serta dapat bertransaksi aneka produk sayuran organik.
Kebun binatang kecil mengusung konsep berbagai macam satwa seperti rusa, kelinci, burung, sapi, kambing, kuda poni dan ayam. Pengunjung bisa berinteraksi dengan satwa lewat cara memberikan pakan yang sudah disediakan pengelola.
Aktivitas olahraga turut menjadi salah satu perbedaan dengan Obelix Hills yang lebih banyak menjual pesona alam. Ada pula wahana tepian sungai yang membuat pengunjung dapat bersantai di tepi sungai sembari menikmati ragam kuliner.
Monika menuturkan lokasi Obelix Village yang ada di lingkungan perdesaan membuat manajemen memberdayakan warga sekitar. Sebelum objek wisata itu dibuka, ada bakti sosial dan pengajian yang mengundang sekitar.
“Nantinya, kami menggandeng desa wisata melalui atraksi gerobak sapi. Karang taruna juga dilibatkan untuk mengelola lahan parkir,” ujar Monika.
Kehadiran objek wisata ini juga mampu menyerap lebih dari 120 karyawan termasuk pekerja restoran, kafe dan ministall. Untuk masuk ke objek wisata ini, pengunjung membayar tiket masuk mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut sebelum terbakar di Selat Lombok. Pemerintah menyoroti verifikasi manifest penumpang.
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.
Bugatti Tourbillon resmi meluncur sebagai penerus Chiron dengan mesin V16 8,3 liter, tenaga 1.800 PS, dan kecepatan hingga 445 km/jam.