IGBF 2026 Hadir di Yogyakarta, Dorong Rumah dan Bangunan Indonesia Menuju Net Zero
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
Seminar Nasional Anti-aging dan Wellness di Rumah Sakit Akademik UGM, Sabtu (22/10)./Harian Jogja
SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menggelar seminar nasional bertajuk Anti-aging dan Wellness di Rumah Sakit Akademik UGM, Sabtu (22/10/2022). Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58.
Seminar diikuti 200-an peserta yang bekerja di bidang kesehatan mulai dari dokter, perawat, dokter gigi, hingga ahli gizi dari rumah sakit, puskesmas, dan praktek swasta.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengharapkan masyarakat Sleman senantiasa menjaga kesehatan. Tidak hanya kesehatan kulit, namun juga kesehatan organ tubuh lain.
"Kami melihat pasca-pandemi banyak sekali penyakit justru penyakit tidak menular [PTM]. Sesuai dengan instruksi bupati melalui pembudayaan Germas [Gerakan Masyarakat Hidup Sehat], minimal kita melakukan aktivitas fisik agar tetap sehat," ucapnya, Sabtu (22/10/2022).
Beberapa fasilitas lintasan untuk jogging sudah tersedia di Sleman, seperti di depan kantor Dinas Kesehatan Sleman. Diharapkan nantinya setiap kecamatan atau kapanewon menyiapkan sarana-sarana yang sama agar aktivitas fisik masyarakat semakin masif, sehingga masyarakat Sleman bisa lebih sehat.
"Ini perlu dilakukan melihat tren penyakit yang berkembang di nasional dan Sleman PTM meningkat terus. Ini bisa diatasi dengan olahraga fisik," jelasnya.
Menurutnya, kecenderungan sekarang masyarakat lebih memilih melakukan pengobatan diri sendiri. Obat yang dibeli tidak berasal dari layanan kesehatan. Dia meminta masyarakat yang sakit sebaiknya datang ke fasilitas kesehatan. "Kami khawatir karena [masyarakat] tidak dapat obat dari layanan kesehatan," paparnya.
Seminar ini menekankan bagaimana menjadi tua yang sehat, produktif, dengan menjaga kesehatan fisik, psikis, sosial, dan spiritual.
"Tidak mengidap penyakit tidak menular sehingga tidak membebani anggaran kabupaten dan nasional, karena tidak bisa beraktivitas dengan normal," lanjutnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman sekaligus Ketua HKN Tunggul Birowo mengatakan seminar luring ini baru pertama digelar pasca-pandemi Covid-19. Hadir empat narasumber dalam kegiatan ini di antaranya kedokteran rehabilitasi fisik, dokter gigi, perawat, hingga ahli gizi.
"Empat profesi kami rangkul bareng-bareng selenggarakan seminar ini. Seminar ini rutin dilakukan, alhamdulillah Covid-19 turun, jadi kami beranikan gelar luring," ungkapnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IGBF 2026 di Jogja mendorong penerapan bangunan hijau dan menunjukkan konsep Net Zero yang dapat dimulai dari rumah.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.