Libur Sekolah, Ancaman Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Meningkat
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Seorang petugas berjaga saat proses uji coba peledakan menggunakan dinamit untuk pengeprasan bukit dalam proses pembangunan JJLS di Kalurahan Jepitu, Girisubo pada Selasa (25/10/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengeprasan bukit untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul yang menghubungkan Kecamatan Tepus dengan Girisubo memakai teknik peledakan menggunakan dinamit. Diharapkan proses ini mempecepat pengerjaan sehingga tahun depan pembangunan bisa terselesaikan.
Asisten Pelaksana Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro mengatakan, pembangunan JJLS di Gunungkidul ditarget selesai di 2023. Hingga sekarang, khususnya ruas yang menghubungkpan Kalurahan Tepus, Tepus dengan Kalurahan Jerukwudel di Kapanewon Girisubo masih berlangsung.
Ruas yang dibangun memiliki panjang sekitar 11 kilometer. Didalam proses pembangunan ada sejumlah bukit yang harus dikepras untuk jalan.
Wahyu tidak menampik didalam pengeprasan ada penggunaan metode blastik dengan meledakkan perbukitan dengan menggunakan dinamit. Salah satunya bukit yang berada di Bukit Pucangsewu di Dusun Karang Lor, Jepitu.
“Kemarin [Selasa 25/10/2022] baru uji coba. Untuk realisasi peledakan dilakukan dalam waktu dekat ini,” kata Wahyu saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (26/10/2022).
Menurut dia, penggunaan dinamit tidak meratakan seluruh bukit yang ada. Pasalnya, peledakan hanya bersifat menggemburkan kontur dan selanjutnya pengerukan dan pemerataan menggunakan alat berat.
Adapun proses peledakan sudah mendapatkan izin dari pihak berwajib. Selain itu, pelaksanaan juga menggandeng pihak ketiga yang sudah ahli dengan metode blasting.
“Tujuannya untuk mempercepat dalam pengeprasan. Proses ini juga sudah disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jokowi Optimistis HUT RI 17 Agustus 2024 Sudah Bisa Digelar di IKN
Disinggung mengenai bukit yang dikempras menggunakan bahan peledak, Wahyu belum memberikan detail secara rinci. Ia berdalih, teknik blasting sangat tergantung dengan kondisi bebatuan yang ada.
“Sangat bergantung di lapangan. Kalau kontur batuannya keras-keras maka opsi blasting dipakai. Tujuannya agar pengerjaan bisa lebih cepat sehingga pembangunan JJLS dapat selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Raja Charles pertama kali buka pajak Rp260 M, Pangeran William Rp156 M! Istana Buckingham bukan lagi tempat tinggal. Transparansi bersejarah kerajaan Inggris!
Kemendag mewajibkan seller e-commerce mencantumkan label pada promosi produk yang dibuat menggunakan AI sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.
Marc Marquez mengancam rival MotoGP 2026 setelah dua kemenangan beruntun. Sachsenring disebut menjadi awal serangan untuk mengejar gelar dunia.
FIFA menolak banding Afrika Selatan terkait hukuman Themba Zwane. Gelandang andalan Bafana Bafana dipastikan absen saat menghadapi Kanada di babak 32 besar Pial
Terlanjur instal APK undangan? 5 langkah darurat: matikan internet, hapus aplikasi, scan perangkat, ganti password, hingga factory reset. Selamatkan rekening!