Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Seorang petugas berjaga saat proses uji coba peledakan menggunakan dinamit untuk pengeprasan bukit dalam proses pembangunan JJLS di Kalurahan Jepitu, Girisubo pada Selasa (25/10/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengeprasan bukit untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul yang menghubungkan Kecamatan Tepus dengan Girisubo memakai teknik peledakan menggunakan dinamit. Diharapkan proses ini mempecepat pengerjaan sehingga tahun depan pembangunan bisa terselesaikan.
Asisten Pelaksana Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro mengatakan, pembangunan JJLS di Gunungkidul ditarget selesai di 2023. Hingga sekarang, khususnya ruas yang menghubungkpan Kalurahan Tepus, Tepus dengan Kalurahan Jerukwudel di Kapanewon Girisubo masih berlangsung.
Ruas yang dibangun memiliki panjang sekitar 11 kilometer. Didalam proses pembangunan ada sejumlah bukit yang harus dikepras untuk jalan.
Wahyu tidak menampik didalam pengeprasan ada penggunaan metode blastik dengan meledakkan perbukitan dengan menggunakan dinamit. Salah satunya bukit yang berada di Bukit Pucangsewu di Dusun Karang Lor, Jepitu.
“Kemarin [Selasa 25/10/2022] baru uji coba. Untuk realisasi peledakan dilakukan dalam waktu dekat ini,” kata Wahyu saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (26/10/2022).
Menurut dia, penggunaan dinamit tidak meratakan seluruh bukit yang ada. Pasalnya, peledakan hanya bersifat menggemburkan kontur dan selanjutnya pengerukan dan pemerataan menggunakan alat berat.
Adapun proses peledakan sudah mendapatkan izin dari pihak berwajib. Selain itu, pelaksanaan juga menggandeng pihak ketiga yang sudah ahli dengan metode blasting.
“Tujuannya untuk mempercepat dalam pengeprasan. Proses ini juga sudah disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jokowi Optimistis HUT RI 17 Agustus 2024 Sudah Bisa Digelar di IKN
Disinggung mengenai bukit yang dikempras menggunakan bahan peledak, Wahyu belum memberikan detail secara rinci. Ia berdalih, teknik blasting sangat tergantung dengan kondisi bebatuan yang ada.
“Sangat bergantung di lapangan. Kalau kontur batuannya keras-keras maka opsi blasting dipakai. Tujuannya agar pengerjaan bisa lebih cepat sehingga pembangunan JJLS dapat selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.