35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Ilustrasi pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS)./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Gunungkidul mulai dilirik investor. Hal ini terlihat dengan dikeluarkannya izin Program Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Kartini mengatakan sejak awal tahun ini sudah ada proses perizinan untuk investasi di kawsasan pesisir Gunungkidul.
Keempat izin ini ditandai dengan diterbitkan PKKPR yang berkaitan dengan dokumen yang menyatakan keseuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang.
BACA JUGA: Gelombang Tinggi Diprediksi Menghantam Pantai DIY Besok, Warga Pesisir Bersiap
Menurut dia, keempat kegiatan berusaha ini meliputi pembangunan vila dan restoran di Pantai Krokoh di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Total investasi keduanya mencapai Rp16,3 miliar.
Adapun yang ketiga rencana pembangunan vila di Kalurahan Krambilsawit, Saptosari senilai Rp5,01 miliar. Sedangkan yang keempat berkaitan dengan pengembangan daya tarik wisata di jalan ke Pantai Poktunggal di Kalurahan Tepus, Tepus senilai Rp59 juta. “Untuk PKKPR keempat usaha ini sudah diterbitkan,” kata Kartini, Senin (25/7/2022).
Menurut dia, investasi ini berada di wilayah Selatan. Adapun secara keseluruhan di wilayah Gunungkidul nilainya bisa lebih besar lagi. Kartini tidak menampik pembangunan JJLS memberikan dampak terhadap iklim investasi di sisi selatan. Pasalnya, dengan dibangunnya jalan ini maka akses menuju lokasi bisa lebih mudah lagi.
BACA JUGA: Satu Haji Asal Playen Gunungkidul Pulang Lebih Cepat karena Masalah Mental
“Ikut memberikan pengaruh dan upaya membuka investasi terus dilakukan untuk pengembangan di kawasan pesisir Gunungkidul,” kata dia.
Sebelumnya, Lurah Jetis Agus Santosa mengatakan, pembangunan JJLS ikut memberikan pengaruh yang positif karena mulai muncul destinasi baru di sisi barat Gunungkidul seperti HeHa Ocean View, Teras kaca dan lain sebagainya. Keberadaan destinasi ini mendongkrak kunjungan wisata sehingga berdampak terhadap lalu lalang kendaraan di JJLS.
Peningkatan arus kendaraan dimanfaatkan warga setempat untuk membuka unit usaha agar dapat meningkatkan kesejahteraan. “Di sekitar Jetis sudah banyak yang membuka usaha dan kondisi jalan juga mulai ramai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.
Kelurahan Wirobrajan menggencarkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar melalui sosialisasi door to door untuk menjaga trotoar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Ribuan lansia masuk daftar tunggu sekolah lansia di Kota Jogja. Tingginya minat membuat Pemkot berupaya menambah sekolah baru.
IDAI mengingatkan polusi udara dapat menurunkan fungsi paru anak. Penelitian menunjukkan 13,3% anak mengalami gangguan fungsi paru.
Disnaker Bantul mencatat 142 pekerja terkena PHK hingga Mei 2026. Kasus berasal dari sektor kesehatan, IT, manufaktur, dan perdagangan.