Gunungkidul Anggarkan Rp3,39 Miliar untuk 180 Lampu Penerangan Jalan
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
Ilsutrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Handayani belum bisa mengatasi masalah air keruh pada saat musim hujan di Gunungkidul. Masalah ini tak lepas dari proses pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, yang belum bisa diwujudkan hingga sekarang.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, sudah mengajukan program pembangunan IPA Seropan ke Pemerintah Pusat. Lokasi sudah disediakan, tetapi pembangunan masih menunggu dari kementerian.
“Sudah kami ajukan programnya, tetapi hingga sekarang belum terealisasi,” kata Toto kepada wartawan, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan pembanguan fasilitas ini tidak hanya untuk menambah jaringan PDAM. Namun, juga sebagai upaya memberikan kualitas layanan yang terbaik.
Dengan adanya IPA, keluhan pelanggan air keruh saat musim penghujan bisa dihilangkan. Toto mengatakan program pembangunan baru terlaksana di 2023.
“Jadi masalah air keruh saat hujan masih jadi kendala,” katanya.
Dia menambahkan air keruh muncul karena sumber air yang digunakan berasal dari sungai bawah tanah. Akibatnya, saat musim hujan terjadi banjir sehingga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.
“Solusinya sekarang kalau keruh, saluran air dimatikan sampai airnya jernih. Setelah itu, baru dialirkan lagi,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan kualitas layanan di PDAM masih banyak menjadi catatan dan terus terjadi setiap tahunnya. Sebagai contoh, di saat kemarau ada keluhan aliran tidak lancar, sedangkan saat penghujan air yang keluar cenderung keruh karena bercampur dengan banjir.
BACA JUGA: Bukit di Gunungkidul Diledakkan Pakai Dinamit
“Masih jadi masalah dari tahun ke tahun dan belum terselesaikan hingga sekarang,” katanya.
Dia berharap kepada PDAM agar bisa fokus untuk mengatasi masalah yang sering dikeluhkan oleh pelanggan. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya kira dukungan anggaran tidak ada masalah karena terus diberikan untuk peningkatan layanan yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.
Veda Pratama menghormati pembatalan Moto3 Australia 2026 akibat cuaca buruk meski telah meraih pole position di Phillip Island.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas