Harga Tanah di Kelok 23 Gunungkidul Tembus Rp1 Juta per Meter
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Ilsutrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Handayani belum bisa mengatasi masalah air keruh pada saat musim hujan di Gunungkidul. Masalah ini tak lepas dari proses pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, yang belum bisa diwujudkan hingga sekarang.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, sudah mengajukan program pembangunan IPA Seropan ke Pemerintah Pusat. Lokasi sudah disediakan, tetapi pembangunan masih menunggu dari kementerian.
“Sudah kami ajukan programnya, tetapi hingga sekarang belum terealisasi,” kata Toto kepada wartawan, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan pembanguan fasilitas ini tidak hanya untuk menambah jaringan PDAM. Namun, juga sebagai upaya memberikan kualitas layanan yang terbaik.
Dengan adanya IPA, keluhan pelanggan air keruh saat musim penghujan bisa dihilangkan. Toto mengatakan program pembangunan baru terlaksana di 2023.
“Jadi masalah air keruh saat hujan masih jadi kendala,” katanya.
Dia menambahkan air keruh muncul karena sumber air yang digunakan berasal dari sungai bawah tanah. Akibatnya, saat musim hujan terjadi banjir sehingga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.
“Solusinya sekarang kalau keruh, saluran air dimatikan sampai airnya jernih. Setelah itu, baru dialirkan lagi,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan kualitas layanan di PDAM masih banyak menjadi catatan dan terus terjadi setiap tahunnya. Sebagai contoh, di saat kemarau ada keluhan aliran tidak lancar, sedangkan saat penghujan air yang keluar cenderung keruh karena bercampur dengan banjir.
BACA JUGA: Bukit di Gunungkidul Diledakkan Pakai Dinamit
“Masih jadi masalah dari tahun ke tahun dan belum terselesaikan hingga sekarang,” katanya.
Dia berharap kepada PDAM agar bisa fokus untuk mengatasi masalah yang sering dikeluhkan oleh pelanggan. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya kira dukungan anggaran tidak ada masalah karena terus diberikan untuk peningkatan layanan yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Kekeringan melanda SDN Jatiroto Girimulyo, Kulonprogo. Siswa membawa air dari rumah hingga Pemkab dan Baznas menyalurkan bantuan.
Kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz. Seluruh awak dilaporkan selamat, sedangkan penyebab insiden diselidiki.
Indonesia memulangkan 30.190 koleksi Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, termasuk temuan Homo erectus dan artefak bersejarah.
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.
Pikap pengangkut ayam menabrak beton Flyover Palur, Karanganyar, Minggu pagi. Sopir mengalami cedera kaki dan kernet dibawa ke RSUD Dr. Moewardi.