Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilsutrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Handayani belum bisa mengatasi masalah air keruh pada saat musim hujan di Gunungkidul. Masalah ini tak lepas dari proses pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, yang belum bisa diwujudkan hingga sekarang.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, sudah mengajukan program pembangunan IPA Seropan ke Pemerintah Pusat. Lokasi sudah disediakan, tetapi pembangunan masih menunggu dari kementerian.
“Sudah kami ajukan programnya, tetapi hingga sekarang belum terealisasi,” kata Toto kepada wartawan, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan pembanguan fasilitas ini tidak hanya untuk menambah jaringan PDAM. Namun, juga sebagai upaya memberikan kualitas layanan yang terbaik.
Dengan adanya IPA, keluhan pelanggan air keruh saat musim penghujan bisa dihilangkan. Toto mengatakan program pembangunan baru terlaksana di 2023.
“Jadi masalah air keruh saat hujan masih jadi kendala,” katanya.
Dia menambahkan air keruh muncul karena sumber air yang digunakan berasal dari sungai bawah tanah. Akibatnya, saat musim hujan terjadi banjir sehingga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.
“Solusinya sekarang kalau keruh, saluran air dimatikan sampai airnya jernih. Setelah itu, baru dialirkan lagi,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan kualitas layanan di PDAM masih banyak menjadi catatan dan terus terjadi setiap tahunnya. Sebagai contoh, di saat kemarau ada keluhan aliran tidak lancar, sedangkan saat penghujan air yang keluar cenderung keruh karena bercampur dengan banjir.
BACA JUGA: Bukit di Gunungkidul Diledakkan Pakai Dinamit
“Masih jadi masalah dari tahun ke tahun dan belum terselesaikan hingga sekarang,” katanya.
Dia berharap kepada PDAM agar bisa fokus untuk mengatasi masalah yang sering dikeluhkan oleh pelanggan. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya kira dukungan anggaran tidak ada masalah karena terus diberikan untuk peningkatan layanan yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Azzedine Ounahi mencetak dua gol untuk membawa Singa Atlas ke perempat final.
Prakiraan cuaca DIY 5 Juli 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berawan, suhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.