Gunungkidul Siapkan RDF 60 Ton Sampah per Hari, Dilelang Oktober 2026
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Suasana sosialisasi migrasi siaran TV analog ke siaran tv digital dan penghentian siaran tv analog serentak yang digelar di Jogja belum lama ini/Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY menilai warga di wilayah setempat telah siap untuk menyambut peralihan atau migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital. Upaya yang juga menjadi bagian dalam menjalankan amanat Undang-undang ini sekaligus untuk mendorong salah satunya efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio.
Kepala Diskominfo DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengatakan, meski dari segi kesiapan masyarakat di wilayah setempat sudah bersiap namun tetap membuahkan upaya koordinasi dan sinergi antar pihak agar program migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital berjalan dengan optimal. Salah satunya berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas.
"Selama proses migrasi kami akan melakukan pendampingan di masyarakat. Masyarakat juga tidak perlu membeli perangkat televisi baru, melainkan cukup melengkapinya dengan set top box (STB). ," jelas Hari dalam sosialisasi migrasi siaran TV analog ke siaran tv digital dan penghentian siaran tv analog serentak belum lama ini.
BACA JUGA: Profil Lee Jihan, Artis Korea Selatan yang Meninggal dalam Tragedi Itaewon
Menurutnya, jika perangkat televisi milik warga sudah mendukung Smart TV maka hanya tinggal melakukan penyetelan saja. Untuk penyediaan STB, pemerintah bahkan telah menggencarkan pendistribusian bagi masyarakat kurang mampu. Khusus di Kota Jogja sebanyak 5.914 keluarga telah menerima STB untuk menyukseskan program ini.
Ahli Muda Analis Kebijakan Wakil Pokja Anez Regulasi Penyiaran, Adityawarman menyebut, arahan Presiden Joko Widodo terkait transformasi digital telah diimplementasikan secara menyeluruh. Sebab dalam era sekarang transformasi digital sangat dibutuhkan. Salah satu pilar dari trasformasi digital itu adalah percepatan peningkatan infrastruktur dan perluasan infrastruktur.
"Dan salah satu kunci dari infrastruktur itu adalah ketersediaan frekuensi dengan TV digital ini," ungkap Aditya.
Aditya menyatakan, teknologi TV digital sangat luar biasa dalam satu kanal televisi dan yang menjadi daya tarik serta manfaat bagi masyarakat adalah kontennya yang ebih banyak dan beragam, sehingga masyarakat bisa menonton televisi dengan banyak pilihan dan variasi. "Teknologi dari TV digitalnya pun membuat gambar menjadi lebih jernih," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai jadwal kompetisi musim 2026/2027 yang tidak merata. Ada periode dengan pertandingan yang menumpuk, tetapi di sis
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.