Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul terus melakukan berbagai upaya untuk memberantas rokok ilegal atau rokok tanpa cukai untuk meminimalkan kerugian negara. Nyatanya, dari hasil operasi dan sosialisasi masih ditemukan rokok ilegal di Bantul.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta mengatakan kerap menemukan beberapa titik yang masih menjual rokok ilegal meski jumlahnya tergolong sedikit.
“Ini belum terlalu banyak, kami terus lakukan sosialisasikan supaya masyarakat juga tahu bahwa ada barang kena cukai ilegal yang ada di Bantul,” kata Yulius, saat dihubungi Selasa (1/11/2022).
Yulius berharap dengan sosialisasi tersebut masyarakat tahu kemudian menolak ketika ada rokok ilegal. Namun demikian, operasi tetap dijalankan agar Bantul bisa terbebas dari peredaran rokok ilegal.
BACA JUGA: Santri dan Warga Kompak Peringati Sumpah Pemuda dengan Jalan Sehat
Dalam melakukan penegakan hukum peredaran rokok ilegal, kata Yulius, pihaknya terlebih dulu melakukan upaya preventif melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menolak peredaran rokok ilegal.
Setelah ada sosialisasi tetapi masih ada peredaran rokok ilegal. Dalam operasi yang dilakukan pihaknya menggandeng sejumlah instansi seperti kantor bea cukai dan kejaksaan. Kemudian juga dilakukan pemetaan agar bisa diketahui titik-titik yang terindikasi sebagai tempat peredaran barang kena cukai ilegal di Bantul.
Sebagaimana diketahui Kepabeanan dan Cukai Kantor Bea Cukai Yogyakarta menyampaikan kontribusi rokok terhadap pendapatan negara cukup tinggi. Pada satu bungkus rokok besaran cukainya bisa mencapai 30%. Sementara untuk per batangnya cukai rokok bisa mencapai 50% dari besaran cukainya.
Karena itu aparat Satpol PP di Kabupaten dan kota agar rutin melakukan penertiban sehingga tidak terjadi penyelewengan cukai rokok.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, hasil penjualan cukai rokok resmi memang sampai ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana tersebut akan dialokasikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan pelayanan kesehatan dan pemulihan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan.
“Karena itu perlu kiranya Satpol PP yang merupakan bagian dari alat negara terus melakukan penertiban dan tindakan, demi menyelamatkan keuangan negara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.