Kekeringan Gunungkidul Meluas, 83.757 Jiwa di 71 Kalurahan Terdampak
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus Corona. Pasalnya, ada kecenderungan angka penularan meningkat.
Data dari Dinkes Gunungkidul, pada Jumat (4/11/2022) ada penambahan dua kasus baru. Tambahan ini, maka jumlah warga yang dinyatakan terinfeksi sebanyak 23.022 orang.
Sebanyak 21.759 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien aktif masih ada 72 kasus dan yang meninggal dunia karena Corona sebanyak 1.191 kasus.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan dalam dua pekan terakhir ada tren kenaikan kasus baru. Dia menduga kenaikan tidak lepas adanya varian baru virus Corona Omicron XBB.
“Tidak hanya Gunungkidul, tapi juga terjadi di DIY dan seluruh Indonesia. Untuk hari ini [Jumat] ada tambahan dua kasus baru dan yang dinyatakan sembuh lima orang,” kata Dewi, Jumat sore.
BACA JUGA: Jalur Rawan Longsor di Gunungkidul Bakal Diperkuat dengan Talut
Menurut dia, tren kenaikan ini harus diwaspadai sehingga kasus penularan tetap terkendali. Dewi mengakui kewaspadaan dapat dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.
“Pencegahan masih sama seperti menjaga jarak, tetap memakai masker hingga sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Mudah-mudahan dengan partisipasi aktif dari masyarakat dalam pencegahan, maka kasus baru bisa dikendalikan,” katanya.
Vaksinasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan program vaksinasi Corona di Gunungkidul sempat berhenti sekitar satu minggu. Hal ini terjadi karena kehabisan stok vaksin untuk masyarakat.
Meski demikian, dia mengakui sudah tidak ada masalah karena sudah ada pengiriman vaksin yang bisa diperuntukan bagi 4.000 warga. “Sudah mulai digunakan untuk melanjutkan program vaksinasi,” katanya.
Disinggung mengenai capaian vaksin, Sidig mengakui sudah ada peningkatan yang signifikan. Pasalnya, hingga sekarang capaian booster sudah 43,42, dosis kedua 81,76% dan dosis pertama mencapai 91,42%. “Untuk stok vaksin, kami akan terus mengajukan tambahan ke Dinas Kesehatan DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Polisi menemukan selisih data manifes KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di utara Sumenep. Lima orang meninggal dan lima masih hilang.
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
BIGBANG resmi comeback lewat BiiiG setelah empat tahun. Grup ini juga menyiapkan tur dunia XX: Cosmos yang akan singgah di Jakarta
Mini Cooper listrik generasi baru berpotensi meninggalkan penggerak roda depan setelah hampir 70 tahun dan beralih ke roda belakang.
TKA SMA 2026 akan digelar 26 Oktober-8 November. Pelajari kisi-kisi 3 mapel wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lengkap dengan kompetensi d