Terjangkit Leptospirosis, 7 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan virus Corona. Pasalnya, ada kecenderungan angka penularan meningkat.
Data dari Dinkes Gunungkidul, pada Jumat (4/11/2022) ada penambahan dua kasus baru. Tambahan ini, maka jumlah warga yang dinyatakan terinfeksi sebanyak 23.022 orang.
Sebanyak 21.759 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien aktif masih ada 72 kasus dan yang meninggal dunia karena Corona sebanyak 1.191 kasus.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan dalam dua pekan terakhir ada tren kenaikan kasus baru. Dia menduga kenaikan tidak lepas adanya varian baru virus Corona Omicron XBB.
“Tidak hanya Gunungkidul, tapi juga terjadi di DIY dan seluruh Indonesia. Untuk hari ini [Jumat] ada tambahan dua kasus baru dan yang dinyatakan sembuh lima orang,” kata Dewi, Jumat sore.
BACA JUGA: Jalur Rawan Longsor di Gunungkidul Bakal Diperkuat dengan Talut
Menurut dia, tren kenaikan ini harus diwaspadai sehingga kasus penularan tetap terkendali. Dewi mengakui kewaspadaan dapat dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.
“Pencegahan masih sama seperti menjaga jarak, tetap memakai masker hingga sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Mudah-mudahan dengan partisipasi aktif dari masyarakat dalam pencegahan, maka kasus baru bisa dikendalikan,” katanya.
Vaksinasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan program vaksinasi Corona di Gunungkidul sempat berhenti sekitar satu minggu. Hal ini terjadi karena kehabisan stok vaksin untuk masyarakat.
Meski demikian, dia mengakui sudah tidak ada masalah karena sudah ada pengiriman vaksin yang bisa diperuntukan bagi 4.000 warga. “Sudah mulai digunakan untuk melanjutkan program vaksinasi,” katanya.
Disinggung mengenai capaian vaksin, Sidig mengakui sudah ada peningkatan yang signifikan. Pasalnya, hingga sekarang capaian booster sudah 43,42, dosis kedua 81,76% dan dosis pertama mencapai 91,42%. “Untuk stok vaksin, kami akan terus mengajukan tambahan ke Dinas Kesehatan DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Vivo V70 Lite resmi meluncur dengan baterai 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga mulai Rp5 jutaan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.
Rupiah berisiko tembus Rp19.000 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed.
Harian Jogja rayakan HUT ke-18 dengan bakti sosial di Panti Al Wahhaab Sleman, perkuat kepedulian dan pemberdayaan santri.