Lonjakan Wisata Gunungkidul, PAD Nyaris Rp2 Miliar dari Libur Panjang
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Lokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020)./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul berencana membangun talut di sejumlah ruas jalan rawan longsor. Upaya ini bagian dari mitigasi bencana agar tidak terjadi longsor di sekitar jalur tersebut.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Irawat Jatmiko mengatakan ada sejumlah ruas jalan yang berpotensi longsor di beberapa wilayah seperti di Kapanewon Patuk dan Gedangsari.
Menurut dia, kedua kapanewon memilik tingkat kerawanan yang tinggi karena perbukitan. “Dengan adanya talut, potensi longsor bisa dikurangi. Minimal juga bisa mengurangi dampaknya,” kata Irawan kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).
Menurut dia, pembangunan talut sudah dijalankan. Salah satunya di ruas yang mengubungkan Tawang di Kalurahan Ngoro-oro dengan Terbah di Kapanewon Patuk.
“Nanti akan menyusul pembangunan talut di lokasi rawan lainnya seperti di Kapanewon Gedangsari,” katanya.
Mantan Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan ini mengatakan talut bisa membuat ruas jalan lebih kokoh serta aman dilalui. “Tidak hanya membangun jalan, tapi aspek keamanan juga diperhatikan. Salah satunya dengan program pembangunan talut di ruas rawan longsor,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan jalur Kota Jogja-Gunungkidul di Kapanewon Patuk masuk dalam kategori rawan longsor. Setidaknya ada beberapa titik yang dinilai rawan berdasarkan hasil pemantauan seperti Kalurahan Bunder dan Putat.
“Lokasi rawan salah satunya di Sambipitu hingga dekat jembatan di Kali Oya,” katanya.
BACA JUGA: Karena Bank Gagal, Rektor UGM dan Suaminya Serta Mantan Pengurus BPR Digugat Rp29 Miliar
Dia menjelaskan sukarelawan terus memonitor kondisi jalan tersebut. Selain itu, juga ada upaya koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan Gunungkidul. "Kalau ada bahaya pasti akan kami laporkan,” katanya.
Menurut dia, selain longsor, ada potensi bencana lain di Gunungkidul seperti banjir dan angin kencang. Ia berharap kepada masyarakat agar terus waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di tengah-tengah terjadinya cuaca ekstrem.
“Upaya mitigasi terus dilakukan agar mengurangi risiko dampak dari terjadinya suatu bencana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Program BSPS DIY 2026 melonjak menjadi 3.000 unit rumah. Kementerian PKP memperbesar bantuan bedah rumah untuk mempercepat penanganan RTLH.
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.
Ketergantungan fiskal DIY masih tinggi. Pemda mengandalkan optimalisasi aset dan BUMD untuk meningkatkan PAD dan kemandirian fiskal.
Istana membantah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menegaskan belum ada rencana pergantian Menkeu.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.