Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Lokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020)./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul berencana membangun talut di sejumlah ruas jalan rawan longsor. Upaya ini bagian dari mitigasi bencana agar tidak terjadi longsor di sekitar jalur tersebut.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Irawat Jatmiko mengatakan ada sejumlah ruas jalan yang berpotensi longsor di beberapa wilayah seperti di Kapanewon Patuk dan Gedangsari.
Menurut dia, kedua kapanewon memilik tingkat kerawanan yang tinggi karena perbukitan. “Dengan adanya talut, potensi longsor bisa dikurangi. Minimal juga bisa mengurangi dampaknya,” kata Irawan kepada wartawan, Kamis (3/11/2022).
Menurut dia, pembangunan talut sudah dijalankan. Salah satunya di ruas yang mengubungkan Tawang di Kalurahan Ngoro-oro dengan Terbah di Kapanewon Patuk.
“Nanti akan menyusul pembangunan talut di lokasi rawan lainnya seperti di Kapanewon Gedangsari,” katanya.
Mantan Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan ini mengatakan talut bisa membuat ruas jalan lebih kokoh serta aman dilalui. “Tidak hanya membangun jalan, tapi aspek keamanan juga diperhatikan. Salah satunya dengan program pembangunan talut di ruas rawan longsor,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan jalur Kota Jogja-Gunungkidul di Kapanewon Patuk masuk dalam kategori rawan longsor. Setidaknya ada beberapa titik yang dinilai rawan berdasarkan hasil pemantauan seperti Kalurahan Bunder dan Putat.
“Lokasi rawan salah satunya di Sambipitu hingga dekat jembatan di Kali Oya,” katanya.
BACA JUGA: Karena Bank Gagal, Rektor UGM dan Suaminya Serta Mantan Pengurus BPR Digugat Rp29 Miliar
Dia menjelaskan sukarelawan terus memonitor kondisi jalan tersebut. Selain itu, juga ada upaya koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan Gunungkidul. "Kalau ada bahaya pasti akan kami laporkan,” katanya.
Menurut dia, selain longsor, ada potensi bencana lain di Gunungkidul seperti banjir dan angin kencang. Ia berharap kepada masyarakat agar terus waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di tengah-tengah terjadinya cuaca ekstrem.
“Upaya mitigasi terus dilakukan agar mengurangi risiko dampak dari terjadinya suatu bencana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai MotoGP tidak bisa sepenuhnya meniru Formula 1. Menurutnya, kemampuan F1 menembus pasar premium menjadi hal yang sulit
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.