Advertisement

Tak Bisa Berenang, Seorang Santri Tenggelam di Sungai Code Jejeran 2

Andreas Yuda Pramono
Sabtu, 12 November 2022 - 20:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Tak Bisa Berenang, Seorang Santri Tenggelam di Sungai Code Jejeran 2 Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Seorang santri Pondok Pesantren Al-Mahali Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul bernama Ibnu Shodik, 16, tewas tenggelam di Sungai Code Jejeran 2 Wonokromo, Pleret pada Sabtu, (12/11/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengatakan korban pergi bersama dengan delapan temannya yaitu Roby, Zaki, Arun, Edo, Dani, Ilham, Niko, dan Takul.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Mereka berencana mandi di Sungai Code. Kemudian tiba-tiba korban mengajak Niko ke tengah dengan maksud menjajaki kedalaman sungai. Namun, ternyata sungai tersebut terlalu dalam sehingga korban pun tenggelam.

Korban sempat menarik Niko untuk agar tidak tenggelam. Hanya saja tarikan tersebut lepas. Niko pun langsung menepi. Ilham yang tahu kejadian tersebut langsung berenang ke tengah lalu menyelam untuk menarik korban. Namun Ilham tidak kuat menariknya dan justru hampir terseret arus.

Baca juga: Jalan Perwakilan Jadi Pintu Masuk JPG Malioboro, PKL Harus Pindah

Sementara Dani juga berusaha menarik korban. Dia sempat berhasil memeluk korban di dalam sungai namun Dani juga tidak kuat dan akhirnya kembali terlepas. Setelah itu, korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar mereka. Niko pun langsung meminta tolong kepada seorang pemancing.

Komandan SAR DIY Distrik Bantul, Bondan, mengatakan bahwa korban akhirnya dapat dievakuasi 5 meter dari tempat kejadian pukul 13.20 WIB. Bersama SAR gabungan, Bondan lalu membawa korban ke rumah duka.

Guru pendamping santri Pondok Pesantren AL-Mahali, Alfian, 27, mengatakan kejadian bermula saat sembilan anak sedang bermain di Sungai Code. Namun satu santri bernama Ibnu Shodik tidak bisa berenang.

Advertisement

“Memang kejadiannya di luar jam sekolah santri. Bapak guru juga sudah pulang. Lalu kesembilan anak itu pergi ke sungai untuk bermain air,” kata Alfian dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Bupatu Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam upaya pencarian korban mendorong Tim SAR agar proses pencarian korban dipercepat.

“Kita sangat berharap [korban] ditemukan dan kita sangat bersedih atas peristiwa ini. Anak-anak itukan tidak tahu kondisi sungai seperti ini. Terlebih mereka keluar dari sekolah tanpa seizin pengasuh. Harapan saya korban segera ditemukan,” kata Halim.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkes Buka Lowongan 88.370 PPPK Tenaga Kesehatan

News
| Minggu, 27 November 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement