Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Bakal Calon Presiden 2024, Anies baswedan (tengah) saat berbincang-bincang dengan petani di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Rabu (16/11/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, KULONPROGO — Bakal Calon Presiden di Pemilu 2024, Anies Baswedan berkesempatan menemui petani di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, Rabu (16/11/2022). Dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu dicurhati berbagai persoalan yang dihadapi petani.
Sutopo, salah satu petani menggeluhkan soal mahalnya harga pupuk nonsubsidi. Saat ini harga pupuk nonsubsidi harganya mencapai Rp100.000 dari sebelumnya yang hanya Rp50.000 per sak.
Karena itulah ia berharap penyaluran pupuk bersubsisi bisa lancar dan tepat sasaran. Saat itu petani tetap memanfaatkan pupuk bersubsidi yang lebih murah namun penyalurannya kurang tepat sasaran.
“Saya harapkan nanti ada realisasi perbaikan masalah penyaluran subsidi pupuk yang digunakan pada musim tanam padi maupun musim tanam bawang merah, Pak. Karena di sini, di samping kami menanam padi, andalan kami adalah di hortikulturanya yaitu bawang merah dan cabai,” katanya.
BACA JUGA: Jalan Brosot-Sentolo Rusak Parah dan Membahayakan Pengendara, Truk Pasir Jadi Biangnya
Selain itu, Sutopo juga mengeluhkan maraknya tengkulak yang belakangan ini nekat memainkan harga. Kondisi itu cukup memberatkan bagi para petani terutama petani kecil.
“Kami sering dipermainkan oleh tengkulak. Harganya jadi jatuh, nah ini saya harapkan dari peran pemerintah nanti, seperti apa solusinya,” ujarnya.
Masalah lain yang dikeluhkan Sutopo adalah masalah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite yang susah didapatkan, bahkan terkadang untuk mendapatkannya harus antre panjang.
Menanggapi keluhan tersebut, Anies menyampaikan ada solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah persoalan tengkulak, salah satunya lewat program kerjasama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang telah dilakukannya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Kami pernah melakukan itu di Jakarta, untuk komoditas-komoditas yang kami belanja. Kami belanja bawang merah, telur, padi jadi. Kami kerja dengan andalkan Gapoktan. Terus kami langsung punya kontrak dengan kelompok tani, sehingga ketika nanam itu tenang dengan harga yang pasti untuk beberapa tahun ke depan. Nah dengan itu juga kontraknya bisa dipakai untuk cari kredit, kredit untuk mekanisasi pertanian,” jelas Anies.
Sementara untuk persoalan lainnya Anies mengaku akan mencarikan solusinya. Saat ini pihaknya baru mengumpulkan persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk petani.
“Sekarang ini kami sedang belanja masalah pak, Kulo itu belanja supados terinventarisir [saya itu belanja supaya terinventarisir]. Setelah terinventarisir lajeng mangkih kita sedaya diskusi langkah nopo ingkang paling tepat [Setelah terinventarisir, kemudian nanti kita semua diskusi langkah apa yang paling tepat],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.