Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Anton Wahyu Prihartono, Pemimpin Redaksi Harian Jogja berdiskusi bersama mahasiswa Prodi PBSI Universitas Sanata Dharma, Kamis (17/11/2022)./Istimewa
JOGJA—Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Sanata Dharma berdiskusi mengenai perkembangan media cetak pada era digital saat mengunjungi Harian Jogja, Kamis (17/11/2022).
Anton Wahyu Prihartono, pemimpin redaksi Harian Jogja, mengatakan media menghadapi banyak tantangan di era digital. “Media cetak saat ini sedang menghadapi tantangan yang supererat. Media cetak ada yang runtuh, mereka beralih ke platform digital,” kata Anton.
Anton mencontohkan kondisi sejumlah media cetak di Indonesia, Amerika, dan Eropa yang mulai beralih ke media digital. “Jumlah pembaca cetak mengalami penurunan, itu yang membuat pengelola industri media cetak tidak kuat lagi dengan biaya yang dikeluarkan, sejumlah iklan mengalami penurunan, sehingga tidak cocok,” kata Anton.
Selain itu, pandemi memperparah keadaan media cetak. “Pada awal pandemi koran kami tidak bisa masuk ke pembaca karena tiap gang dipasangi portal,” kata Anton.
Anton menceritakan kekhawatirannya akan penurunan iklan Harian Jogja pada awal pandemi tahun 2020. Terlebih, manajemen Harian Jogja meminta tidak ada penurunan pendapatan bagi karyawan Harian Jogja dan pengurangan karyawan.
Namun, yang terjadi sebaliknya. “Pada akhir 2022, di luar dugaan target pendapatan kami malah tercapai,” kata Anton.
Menurut Anton, bukan yang terbesar yang mampu bertahan, tetapi mereka yang mampu beradaptasi. “Bisa shifting dan bisa memanfaatkan atau menawarkan inovasi yang akan bertahan,” kata Anton.
Pandemi mengajarkan Harian Jogja untuk berubah. “Kami harus selalu adaptif dengan situasi saat ini. Pada saat pandemi kami harus beradaptasi dengan kebiasaan baru,” papar Anton.
Dalam menghadapi perkembangan, Anton mengatakan Harian Jogja memiliki beberapa lini bisnis sebagai pemasukan dan penopang Harian Jogja, antara lain Star FM, Jogja Pro, dan Jogja Service.
Beberapa inovasi dilakukan Harian Jogja untuk bertahan. Pada 2021, Harian Jogja sudah melakukan live streaming yang saat itu belum dilakukan media lain di Jogja. Enam bulan setelahnya, beberapa media mengikutinya. Selain itu, Anton menyampaikan Harian Jogja juga memiliki mini production house yang menggarap film pendek.
“Itulah perjuangan Harian Jogja untuk survive,” kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.