Tabungan Simpeda Capai Rp75 Triliun, BPD Perkuat Layanan Digital
Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia bertemu di malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026
Suasana rapat kerja BWI Kulonprogo, Rabu (16/11/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO — Penyelesaian sertifikasi tanah wakaf masih menjadi persoalan di Kulonprogo. Itulah sebabnya, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kulonprogo menjadi sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Raker BWI di aula Riptaloka kompleks Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulonprogo, Rabu (15/11/2022), Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil berharap agar mampu menyelesaikan berbagai masalah soal wakaf di Bumi Binangun, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah
“BWI diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan wakaf yang saat ini sangat komplek. Terutama terkait dengan percepatan sertifikasi tanah wakaf dan adanya penggunaan harta wakaf yang tidak sesuai ikrar dari wakif,” ujarnya melalui rilis, Rabu.
BACA JUGA: Datangi Petani Kulonprogo, Anies Baswedan Dicurhati soal Pupuk hingga Tengkulak
Secara umum, kata dia, tanah wakaf di Kulonprogo juga belum produktif. Oleh sebab itu, dia berharap BWI turut berperan menjadikan tanah-tanah wakaf lebih produktif, salah satunya adalah dengan bersinergi bersama Baznas dan Lembaga Wakaf Uang.
“Itulah sebabnya, diharapkan agar program kerja BWI Kulonprogo mampu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tentang wakaf tersebut,” ucap Jamil.
Sementara Ketua BWI Kulonprogo, Muntchob mengucapkan terima kasih atas kehadiran pengurus BWI Kulonprogo maupun narasumber dalam Raker BWI tersebut.
Pada kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan ihwal gambaran program kerja BWI Kulonprogo yang diharapkan bisa dilaksanakan dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.
Pemilu Serbia dan Brasil menunjukkan perbedaan gelombang antikemapanan. Simak faktor pemicu dan tiga skenario politik dunia hingga 2027.
DPRD Sleman menyoroti pentingnya evaluasi berkala, pemutakhiran data keluarga berisiko, dan koordinasi lintas sektor untuk menekan stunting.
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.