Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Ilustrasi longsor/Ist-dok BPBD Gunungkidul\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–-Pemerintah Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul memastikan jumlah warga yang mengungsi akibat longsor di Dusun Blembem sebanyak 58 jiwa. Adapun lokasi pengungsian berada di Balai Kalurahan Candirejo.
Lurah Candirejo, Agus Supriyadi mengatakan, total ada 58 warga yang mengungsi ke balai kalurahan. Adapun rinciannya sebanyak 24 orang dewasa, lansia 17 orang dan anak-anak ada 17 orang.
“Pengungsi merupakan gabungan warga di RT 01 dan RT 02,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).
Menurut dia, ada beberapa lokasi longsor di Blembem. Namun yang terparah berada di sisi selatan karena tiga rumah milik warga yang mengalami kerusakan.
“Jadi ada dua perbukitan di sisi selatan dan utara, yang semuanya ada longsor. Tapi yang terparah di selatan karena sampai menyebabkan dua orang terjebak di dalamnya,” katanya.
Baca juga: Perekonomian di Bawah Ancaman Resesi 2023, Bagaimana dengan Jogja?
Agus menambahkan, sudah ada bantuan logistik untuk makanan para korban dan relawan. Selain itu, juga sudah dibuat dapur umum serta pos pengecekan kesehatan di balai desa.
“Sudah mulai dioperasikan,” katanya.
Terkait dengan lokasi pengungsian, ia mengakui sudah menyiapkan skenario cadangan. Pasalnya, apabila lokasi balai kalurahan tak mencukupi, maka akan mempergunakan bekas SD Negeri Candirejo 2 yang telah diregrouping ke sekolah lain.
“Lokasi tepat di depan balai kalurahan. Gedungnya sudah tidak terpakai dan bisa dimanfaatkan untuk pengunsian,” katanya.
Disinggung mengenai evakkuasi korban tertimbun, Agus membenarkan adanya rencana penggunaan alat berat guna mempercepat pencarian. “Sudah ada komunikasi dengan sopir alat berat. Harapannya kedua korban bisa segera ditemukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.