Advertisement

Pelatihan Bidan Ditutup, Faskes Siap Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Media Digital
Senin, 21 November 2022 - 09:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pelatihan Bidan Ditutup, Faskes Siap Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Peserta Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Bidan berfoto bersama di Hotel Rich Yogyakarta. - Ist

Advertisement

JOGJA-Kasus kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) di DIY selama beberapa tahun terakhir memang menurun namun masih perlu ditekan agar semakin rendah lagi. Tahun 2021 dilaporkan jumlah kasus kematian bayi di DIY sebanyak 270 kasus, menurun dari tahun 2020 sebanyak 282 kasus.

Untuk menekan AKI dan AKB selain dengan meningkatkan kesadaran Ibu dalam menjaga kehamilannya agar selalu dalam kondisi sehat, juga dengan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga medis khususnya bidan dalam pelayanan kontrasepsi. Dengan pelayanan kontrasepsi yang baik maka kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan pada ibu yang kondisinya belum siap dapat dicegah sehingga AKI dan AKB dapat diturunkan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Berkaitan dengan hal tersebut Pewakilan BKKBN DIY bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito, Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Bidan. Sebanyak 25 Bidan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara daring dan luring sejak tanggal 7 November 2022. Penutupan pelatihan dilaksanakan tanggal 20 November 2022 bertempat di Hotel Rich Yogyakarta.

Dalam laporannya, Dra. Joehananti Chriswandari (Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN DIY) mengatakan bahwa pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik, tertib dan lancar berkat dukungan dan kerjasama yang harmonis dengan RSUP Dr. Sardjito, Dinas Kesehatan, IBI, POGI DIY, Pengajar/Fasilitator dan kedisiplinan serta antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan.

Pada pelatihan ini, telah dilakukan praktek pelayanan konseling, pemasangan/pencabutan AKDR dan pelayanan/pencabutan implant pada 240 klien/akseptor. Dan dari 25 peserta pelatihan semuanya (100 %) dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat.

Tiga peserta terbaik dalam pelatihan ini berdasarkan penilaian pre test dan post tes, adalah Dian Ernawati (Sleman), Linda Frismasari (Kulon Progo), dan Ernawati (Kulon Progo).

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin SH, MM saat menutup pelatihan mengingatkan kepada para peserta pelatihan bahwa pelayanan kontrasepsi yang berkualitas akan meningkatkan derajat kesehatan Ibu sehingga lebih siap saat memutuskan untuk hamil. Hal ini sejalan dengan upaya gencar BKKBN untuk menurunkan angka stunting.

“Penyediaan layanan program Keluarga Berencana sebagai salah satu pilar dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu kunci strategis tidak hanya pada penurunan angka kematian ibu dan anak, namun juga pada upaya perecepatan penurunan stunting” ungkap Shodiqin.

Advertisement

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. Sardjito, yang diwakili oleh Santi Indah K, SKM, M.Kes yang juga bertindak sebagai quality control dalam pelatihan ini mengatakan,“Pelayanan kontrasepsi yang aman dan bermutu harus diberikan oleh tenaga kesehatan yang terampil dan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan.” Maka RSUP Dr. Sardjito menyambut baik upaya BKKBN dalam turut meningkatkan kompetensi Bidan.*

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mahasiswa UGM Sukses Gelar Gerakan Cinta Lingkungan dan Sadar Konservasi di Desa Wisata Nglanggeran

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:17 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement