Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono (mengenakan topi) meninjau lokasi banjir yang merendam area persawahan di Dusun Semenu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Minggu (8/3/2020)./Istimewa-Dokumen Kecamat Semanu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–-Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul masih melakukan pendataan berkaitan dengan lahan pertanian yang rusak akibat banjir. Pendataan dibutuhkan untuk memastikan kerusakan akibat cuaca ekstrem yang terjadi di akhir pekan lalu.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, sudah menerjunkan tim untuk pemantauan lapangan. Tim ini bertugas mendata terkait dengan kerusakan lahan pertanian akibat banjir.
“Datanya masih sebatas genangan,” katanya, Senin (21/11/2022).
Menurut dia, untuk mengetahui berapa tanaman yang rusak masih menunggu air benar-benar surut. Pendataan ini dibutuhkan guna mengetahui kondisi pasti tentang dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi.
Rismiyadi juga berharap kepada para petani untuk tetap waspada. Pasalnya, potensi terjadinya cuaca ekstrem masih menjadi ancaman yang harus diwaspadai.
Baca juga: Sosialisasi Tol Jogja-YIA Dimulai, Bagaimana Sikap Warga?
Guna antisipasi, ia mengaku sudah membuat surat edaran berkaitan dengan mitigasi di sektor pertanian. Salah satunya dengan mengimbau kepada petani untuk membersihkan selokan maupun saluran pembuangan di sekitar lahan.
Hal ini untuk memastikan aliran air lancar sehingga tidak menimbulkan genangan yang dapat mengganggu pertumbuhnan tanaman. “Yang tak kalah penting adalah pemantauan secara berkala untuk menghindarkan serangan hama. Deteksi dini sangat dibutuhkan agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan terhindar dari berbagai serangan hama,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, dampak dari bencana hidrometeorologi sejak Jumat malam terjadi di lima kapanewon. Total ada sembilan kalurahan yang terdampak dari musibah dengan jumlah 31 dusun.
Adapun rinciannya di Kapanewon Semin terdapat 76 kepala keluarga dengan jumlah 231 jiwa. Kapanewon Ngawen sebanyak 65 KK, 278 jiwa; Kapanewon Nglipar 231 KK, 734 jiwa; Kapanewon Karangmojo sebanyak 21 KK dengan 86 jiwa dan Kapanewon Gedangsari ada tujuh KK yang terdiri dari 17 jiwa.
“Kalau ditotal ada sekitar 1.746 jiwa yang terdampak,” katanya.
Selain dampak jiwa, dampak cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah kersakan di fasilitas umum. Untuk kerusakan berat terdapat satu jembatan putus, jaringan air bersih satu titik, pasar dan akses jalan juga masing-masing satu titik.
Adapun laporan lainnya terdapat dua sekolah, dua jembatan dan dua jalan mengalami rusak ringan. “Sudah banyak yang mulai terkondisikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.