Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kondisi talut di SMP Negeri 3 Saptosari yang ambrol pada Minggu (20/11/2022)./Ist- Kapanewon Saptosari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Siswa di SMP Negeri 3 Saptosari diliburkan sementara karena dampak dari ambrolnya talut di sekolah tersebut, Minggu (20/11/2022). Pemkab Gunungkidul saat ini masih melakukan kajian berkaitan dengan sisi kemanan di lingkungan sekolah tersebut.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan mengatakan, siswa di SMP Negeri 3 Saptosari diliburkan dan diminta belajar secara daring dari rumah masing-masing. Keputusan ini diambil karena dampak dari ambrolnya talut sekolah.
“Belajar daring selama dua hari. Sambil menunggu hasil kajian dari sisi kemananan,” kata Tijan kepada wartawan, Senin (21/11/2022).
Menurut dia, untuk memastikan sisi keamanan gedung sekolah, dinas pendidikan bekerjasama dengan dinas pekerjaan umum perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPUPRKP) guna melakukan kajian secara teknis. Diharapkan dengan kajian ini bisa diketahui terkait dengan potensi bahaya serta keamanan berkaitan dengan keberdaan gedung sekolah.
“Ya kalau sudah bisa dipastikan aman, maka para siswa kembali masuk seperti biasa,” katanya.
Baca juga: Sosialisasi Tol Jogja-YIA Dimulai, Bagaimana Sikap Warga?
Meski demikian, Tijan mengaku tidak mau mengambil risiko. Dia memastikan proses belajar mengajar di sekolah baru dilaksankan setelah ada hasil dari kajian teknis yang dilakukan DPUPRKP Gunungkidul.
“Memang yang longsor hanya di akses keluar masuk sekolah. tapi, kajian teknis tetap harus dilakukan untuk keamanan. Mudah-mudahan dalam waktu dua hari hasilnya sudah keluar,” katanya.
Jogoboyo Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Suhadiyono mengatakan, peristiwa ambrolnya talut di SMP Negeri 3 Saptosari terjadi pada Minggu siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah keluarga dilaporkan menungsi karena akses ke rumah tertimbun material longsoran.
“Ada sebelas kepala keluarga yang terpaksa harus mengungsi karena jalan ke rumah tertutup longsor,” katanya.
Suhardiyono mengungkapkan longsor terjadi karena letak sekolah yang berada di wilayah perbukitan. Sebenarnya, sambung dia, sudah ada antisipasi dengan membuat talut agar jalan ke sekolah aman. “Tapi dikarenakan hujan yang mengguyur membuat talut sekolah jadi ambrol,” katanya.
Menurut dia, potensi longsor susulan masih mungkin terjadi. Oleh karenanya, guna mengurangi risiko di sekitar longsor sudah dipasang terpal. “Ya kalau hujan lagi bisa bertambah parah. Kami juga sudah meminta bantuan dari pemkab untuk penanganan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Muhammadiyah menyoroti MBG, Koperasi Merah Putih dan UU Perampasan Aset serta mendorong dialog untuk menjaga persatuan bangsa.
Chelsea bermain 2-2 melawan Hull City. Gol Joao Pedro menyelamatkan The Blues dari kekalahan di Stamford Bridge.
BMKG memprakirakan Jabodetabek berawan pada Minggu, dengan peringatan angin kencang di Tangerang. DIY mayoritas cerah berawan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 13 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja 13 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.