Advertisement

Polresta Jogja Tangkap 7 Pelaku Penusukan di Sarkem

Triyo Handoko
Selasa, 22 November 2022 - 16:27 WIB
Jumali
Polresta Jogja Tangkap 7 Pelaku Penusukan di Sarkem Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAPolresta Jogja menangkap tujuh orang pelaku penganiayaan di Pasar Kembang (Sarkem) yang menyebabkan, DIS, 33, mengalami luka-luka. Ketujuh orang tersebut teridentifikasi sebagai juru parkir dan operator karaoke di Sarkem.

BACA JUGA : Daftar Kasus Penusukan di Sarkem Jogja

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Adapun pelaku yang berprofesi sebagai juru parkir adalah AAM, NLP, RPW, dan AS, semuanya adalah warga DIY. Sedangkan pelaku dengan profesi operator karaoke adalah HK, warga Kendal Jawa Tengah dan FAT, warga Ciamis, Jawa Barat.

Sedangkan satu pelaku penusukan yang videonya viral saat melakukan aksi brutalnya tersebut adalah BSY, warga Kendal, Jawa Tengah. BSY melakukan penusukan terhadap DIS yang merupakan warga Gunungkidul tersebut dengan menggunakan obeng.

Kepala Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana mengatakan, insiden tersebut terjadi karena salah paham antara korban DIS dengan pelaku AAM.

“Keduanya sedang mabuk, lalu diduga saat berjalan di gang Sarkem terjadi senggolan lantas pengeroyokan terjadi,” jelasnya, Selasa (22/11/2022).

Kepolisian pun telah menyita barang bukti berupa kaus warna abu-abu milik salah satu pelaku yang terdapat bercak darahnya.

“Masih ada pendalaman lagi nanti kami cari tahu lagi,” katanya.

Advertisement

Sementara Jogja Police Watch (JPW) menilai pengusutan kasus dugaan penganiayaan tersebut harus tetap dilanjutkan dan segera ditetapkan tersangka.

Kepala Humas JPW Baharudin Kamba menyebut pengusutan kasus tersebut seharusnya mudah dilakukan karena berbagai video peristiwa tersebut sudah viral sehingga mudah membuktikan pelakunya.

“Jika pihak kepolisian memiliki minimal dua alat bukti yang cukup, maka jangan ragu menetapkan tersangka dalam kasus ini. Toh polisi telah menangkap sejumlah pelaku dalam kasus penusukan yang terbilang sadis dan ngeri ini,” jelas Kamba.

Advertisement

Penanganan kasus penganiayaan ini yang tepat dan cepat oleh polisi, jelas Kamba, diperlukan untuk membuat rasa aman dan nyaman masyarakat. “Kasus ini harus tuntas proses hukumnya, jangan sampai tidak karena bisa menyebabkan rasa takut jika pelakunya tidak dihukum,” tegasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement